Thursday, 29 January 2026

MATERI AJAR KAMIS , 29 JANUARI 2026

 Hari/tanggal : Kamis, 29 Januari 2026

Kelas : VI Abbas Ibnu Firnas



Materi Muatan Pelajaran
1. Matematika :  Membaca dan membuat Denah
2. Pancasila : Keragaman Budaya

3. Seni Rupa              : BAB 5 Mahir Menggambar


Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran : 
 Menjelaskan makna keragaman budaya 
Capaian pembelajaran:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. 


SENI RUPA

Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain. Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan prinsip proporsi.



Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Matematika

Materi denah kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 terutama berfokus pada Sistem Koordinat Cartesius untuk menentukan posisi benda (tempat duduk siswa) dengan sumbu X (mendatar) dan Y (tegak) serta unsur-unsur denah seperti arah mata angin dan keterangan, yang diajarkan dalam konteks matematika, seringkali diintegrasikan dengan tema seperti masyarakat sehat atau kepemimpinan di Kurikulum Merdeka, dengan tujuan siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual. 

Konsep Utama Materi Denah Kelas 6
  1. Pengertian Denah:
    • Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
    • Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
  2. Unsur-Unsur Denah:
    • Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
    • Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
    • Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
    • Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
  3. Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):
    • Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
    • Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
    • Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
  4. Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:
    • Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
    • Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
    • Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket). 
Contoh Penerapan (Soal Latihan)
  • Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
  • Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara. 
Pendidikan Pancasila

menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama. 

Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama. 
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu. 


SENI RUPA

MATERI SENI BUDAYA KELAS VI

MAHIR MENGGAMBAR: KONSEP DASAR SENI MENGGAMBAR

(Prinsip Proporsi)


A. Pengertian Seni Menggambar

Seni menggambar adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, atau perasaan ke dalam bentuk gambar menggunakan alat tertentu, seperti pensil, krayon, spidol, atau cat.

Menggambar tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang ketepatan bentuk, ukuran, dan perbandingan.


B. Pengertian Prinsip Proporsi

Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam sebuah gambar agar terlihat seimbang, wajar, dan serasi.

Dengan proporsi yang tepat, gambar akan tampak:

  • Lebih nyata

  • Tidak terlalu besar atau kecil

  • Enak dipandang


C. Tujuan Menggunakan Proporsi dalam Menggambar

Prinsip proporsi digunakan untuk:

  • Menyesuaikan ukuran bagian gambar

  • Membuat gambar tampak realistis

  • Menjaga keseimbangan bentuk

  • Menghindari kesan janggal pada gambar


D. Contoh Penerapan Prinsip Proporsi

1. Proporsi Tubuh Manusia

Dalam menggambar manusia:

  • Kepala tidak terlalu besar atau kecil

  • Badan lebih panjang dari kepala

  • Tangan dan kaki seimbang dengan tubuh

Contoh sederhana:

  • Tinggi badan ± 6–7 kali tinggi kepala


2. Proporsi Hewan

  • Kepala, badan, dan kaki digambar sesuai ukuran aslinya

  • Kaki tidak terlalu pendek atau terlalu panjang


3. Proporsi Benda

  • Ukuran pintu lebih kecil dari dinding rumah

  • Roda sepeda lebih kecil dari badan sepeda


E. Langkah-langkah Menggambar dengan Proporsi yang Tepat

  1. Menentukan objek yang akan digambar

  2. Membuat sketsa ringan terlebih dahulu

  3. Menentukan ukuran tiap bagian

  4. Membandingkan ukuran satu bagian dengan bagian lainnya

  5. Menyempurnakan gambar


F. Alat dan Bahan Menggambar

  • Pensil

  • Penghapus

  • Penggaris (untuk membantu perbandingan)

  • Kertas gambar

  • Pewarna (krayon, spidol, atau cat air)


G. Contoh Kesalahan Proporsi

  • Kepala terlalu besar dibandingkan badan

  • Tangan terlalu panjang

  • Pintu rumah lebih besar dari dinding

  • Ban mobil lebih besar dari badan mobil


H. Kesimpulan

Prinsip proporsi sangat penting dalam seni menggambar. Dengan memahami dan menerapkan proporsi, murid dapat menghasilkan gambar yang seimbang, indah, dan sesuai kenyataan.


LATIHAN PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Proporsi dalam menggambar berarti …
    a. Warna gambar
    b. Perbandingan ukuran bagian gambar
    c. Alat menggambar
    d. Keindahan gambar

  2. Tujuan utama penggunaan proporsi adalah agar gambar terlihat …
    a. Gelap
    b. Unik
    c. Seimbang dan wajar
    d. Rumit

  3. Dalam menggambar manusia, bagian tubuh yang biasanya dijadikan patokan ukuran adalah …
    a. Tangan
    b. Kaki
    c. Kepala
    d. Leher

  4. Jika kepala digambar terlalu besar, maka gambar akan terlihat …
    a. Indah
    b. Realistis
    c. Janggal
    d. Berwarna

  5. Sebelum menggambar secara detail, sebaiknya membuat …
    a. Pewarnaan
    b. Sketsa
    c. Bingkai
    d. Hiasan


B. Isian Singkat

  1. Proporsi membantu gambar agar terlihat lebih __________.

  2. Tinggi badan manusia biasanya sekitar ____ kali tinggi kepala.


C. Uraian Singkat

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan proporsi!

  2. Sebutkan dua contoh kesalahan proporsi dalam menggambar!


KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda

  1. b

  2. c

  3. c

  4. c

  5. b

Isian

  1. seimbang / wajar

  2. 6–7

Uraian (contoh jawaban)

  1. Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian gambar agar terlihat seimbang dan sesuai kenyataan.

  2. Kepala terlalu besar dibandingkan badan, tangan terlalu panjang dibandingkan tubuh.


Demikian pembelajaran pada hari ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa belajar dirumah dan sholat lima waktu ya... 

Wassalamualaikum wr.wb




Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah. 
Wassalamuaikum wr. wb. 

No comments:

Post a Comment

MATERI AJAR KAMIS , 29 JANUARI 2026

  Hari/tanggal : Kamis, 29 Januari 2026 Kelas : VI Abbas Ibnu Firnas Materi Muatan Pelajaran 1. Matematika :  Membaca dan membuat Denah 2. P...