Hari/tanggal : Kamis, 8 Januari 2026
Kelas : VI Abbas Ibnu Frnas
Materi Muatan Pelajaran
Matematika : Peluang
Seni Rupa : BAB 5 Mahir Menggambar
Capaian pembelajaran matematika:
pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).
Tujuan Pembelajaran;
Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari.
SENI RUPA
Capaian Pembelajaran:
Pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain. Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa
Tujuan Pembelajaran:
Murid dapat menjelaskan prinsip proporsi.
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
- Peluang: Perkiraan atau kemungkinan suatu kejadian akan terjadi.
- Skala Peluang:
- Tidak mungkin: Kejadian yang tidak akan pernah terjadi (contoh: matahari terbit di barat).
- Kurang mungkin: Peluangnya kecil (contoh: pindah rumah setiap tahun).
- Mungkin: Peluangnya ada (contoh: hujan saat musim hujan).
- Sangat mungkin: Peluangnya besar (contoh: makan malam bersama keluarga).
- Pasti: Kejadian yang pasti terjadi (contoh: matahari terbit setiap pagi).
- Memahami Peluang melalui Percobaan:
- Koin: Peluang muncul sisi Angka atau Gambar (contoh: peluang muncul "Gambar" saat melempar koin).
- Dadu: Peluang muncul angka tertentu atau jenis angka (genap/ganjil) saat melempar dadu bersisi 6 (contoh: peluang muncul angka kurang dari 7).
- Membandingkan Peluang: Menilai kejadian mana yang lebih mungkin terjadi (contoh: memilih kotak hadiah dengan isi berbeda).
- Membantu membuat keputusan (memilih mainan, memprediksi cuaca).
- Memahami konsep "adil" dan "kurang adil" dalam permainan.
- Ruang Sampel (S): Semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan (contoh: {1, 2, 3, 4, 5, 6} untuk dadu).
- Kejadian (A, B, C): Himpunan bagian dari ruang sampel (contoh: muncul angka genap = {2, 4, 6}).
- Peluang (n(A)/n(S)): Perbandingan jumlah kejadian yang diinginkan dengan jumlah total ruang sampel (contoh: peluang muncul angka genap = 3/6 = 1/2).
SENI RUPA
MATERI SENI BUDAYA KELAS VI
MAHIR MENGGAMBAR: KONSEP DASAR SENI MENGGAMBAR
(Prinsip Proporsi)
A. Pengertian Seni Menggambar
Seni menggambar adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, atau perasaan ke dalam bentuk gambar menggunakan alat tertentu, seperti pensil, krayon, spidol, atau cat.
Menggambar tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang ketepatan bentuk, ukuran, dan perbandingan.
B. Pengertian Prinsip Proporsi
Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam sebuah gambar agar terlihat seimbang, wajar, dan serasi.
Dengan proporsi yang tepat, gambar akan tampak:
Lebih nyata
Tidak terlalu besar atau kecil
Enak dipandang
C. Tujuan Menggunakan Proporsi dalam Menggambar
Prinsip proporsi digunakan untuk:
Menyesuaikan ukuran bagian gambar
Membuat gambar tampak realistis
Menjaga keseimbangan bentuk
Menghindari kesan janggal pada gambar
D. Contoh Penerapan Prinsip Proporsi
1. Proporsi Tubuh Manusia
Dalam menggambar manusia:
Kepala tidak terlalu besar atau kecil
Badan lebih panjang dari kepala
Tangan dan kaki seimbang dengan tubuh
Contoh sederhana:
Tinggi badan ± 6–7 kali tinggi kepala
2. Proporsi Hewan
Kepala, badan, dan kaki digambar sesuai ukuran aslinya
Kaki tidak terlalu pendek atau terlalu panjang
Kepala, badan, dan kaki digambar sesuai ukuran aslinya
Kaki tidak terlalu pendek atau terlalu panjang
3. Proporsi Benda
Ukuran pintu lebih kecil dari dinding rumah
Roda sepeda lebih kecil dari badan sepeda
Ukuran pintu lebih kecil dari dinding rumah
Roda sepeda lebih kecil dari badan sepeda
E. Langkah-langkah Menggambar dengan Proporsi yang Tepat
Menentukan objek yang akan digambar
Membuat sketsa ringan terlebih dahulu
Menentukan ukuran tiap bagian
Membandingkan ukuran satu bagian dengan bagian lainnya
Menyempurnakan gambar
Menentukan objek yang akan digambar
Membuat sketsa ringan terlebih dahulu
Menentukan ukuran tiap bagian
Membandingkan ukuran satu bagian dengan bagian lainnya
Menyempurnakan gambar
F. Alat dan Bahan Menggambar
Pensil
Penghapus
Penggaris (untuk membantu perbandingan)
Kertas gambar
Pewarna (krayon, spidol, atau cat air)
Pensil
Penghapus
Penggaris (untuk membantu perbandingan)
Kertas gambar
Pewarna (krayon, spidol, atau cat air)
G. Contoh Kesalahan Proporsi
Kepala terlalu besar dibandingkan badan
Tangan terlalu panjang
Pintu rumah lebih besar dari dinding
Ban mobil lebih besar dari badan mobil
Kepala terlalu besar dibandingkan badan
Tangan terlalu panjang
Pintu rumah lebih besar dari dinding
Ban mobil lebih besar dari badan mobil
H. Kesimpulan
Prinsip proporsi sangat penting dalam seni menggambar. Dengan memahami dan menerapkan proporsi, murid dapat menghasilkan gambar yang seimbang, indah, dan sesuai kenyataan.
LATIHAN PEMAHAMAN
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Proporsi dalam menggambar berarti …
a. Warna gambar
b. Perbandingan ukuran bagian gambar
c. Alat menggambar
d. Keindahan gambarTujuan utama penggunaan proporsi adalah agar gambar terlihat …
a. Gelap
b. Unik
c. Seimbang dan wajar
d. RumitDalam menggambar manusia, bagian tubuh yang biasanya dijadikan patokan ukuran adalah …
a. Tangan
b. Kaki
c. Kepala
d. LeherJika kepala digambar terlalu besar, maka gambar akan terlihat …
a. Indah
b. Realistis
c. Janggal
d. BerwarnaSebelum menggambar secara detail, sebaiknya membuat …
a. Pewarnaan
b. Sketsa
c. Bingkai
d. Hiasan
B. Isian Singkat
Proporsi membantu gambar agar terlihat lebih __________.
Tinggi badan manusia biasanya sekitar ____ kali tinggi kepala.
Proporsi membantu gambar agar terlihat lebih __________.
Tinggi badan manusia biasanya sekitar ____ kali tinggi kepala.
C. Uraian Singkat
Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan proporsi!
Sebutkan dua contoh kesalahan proporsi dalam menggambar!
Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan proporsi!
Sebutkan dua contoh kesalahan proporsi dalam menggambar!
KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda
b
c
c
c
b
b
c
c
c
b
Isian
seimbang / wajar
6–7
seimbang / wajar
6–7
Uraian (contoh jawaban)
Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian gambar agar terlihat seimbang dan sesuai kenyataan.
Kepala terlalu besar dibandingkan badan, tangan terlalu panjang dibandingkan tubuh.
Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian gambar agar terlihat seimbang dan sesuai kenyataan.
Kepala terlalu besar dibandingkan badan, tangan terlalu panjang dibandingkan tubuh.
No comments:
Post a Comment