Tuesday, 1 September 2026

MATERI AJAR HARI RABU, 2 SETEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

  IDENTITAS

Nama Guru            : Istni Etty, S.Pd.

Mapel                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal        : Rabu / 2 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zaid Bin Tsabit

Materi                     : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila Pancasila)

Pertemuan             : 7


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan

Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🕊️ Hidup Rukun🇮🇩 Sila Pancasila🏡 Lingkungan Sekitar
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Pancasila – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila — seperti sikap saling menghargai, bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun — dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan, sesuai dengan perannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat).
🤝MEANINGFUL
Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan pengalaman hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari perasaannya sendiri ketika hidup rukun maupun ketika bertengkar dengan orang lain.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
😄JOYFUL
Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman makna (meaningful), hingga penerapannya secara nyata dan menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik menyimak cerita/situasi hidup rukun dan tidak rukun dengan tenang, lalu menyadari perasaannya sendiri terhadap kedua situasi tersebut.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat). ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
3.5MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Value Clarification Technique (VCT) untuk penanaman nilai, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
📖Storytelling – guru bercerita tentang situasi hidup rukun dan tidak rukun sebagai bahan refleksi siswa.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh sikap rukun dan mengaitkannya dengan sila Pancasila.
🎭Bermain Peran (Role Play) – siswa memerankan situasi rukun/tidak rukun untuk memahami dampaknya secara langsung.
🧑‍🏫Value Clarification Technique (VCT) – siswa diajak mengklarifikasi nilai baik-buruk suatu sikap melalui pertanyaan reflektif.
📝Penugasan – siswa menuliskan/menceritakan pengalaman hidup rukun di rumah dan sekolah.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan suku, agama, dan sifat yang berbeda-beda, agar kita saling mengenal dan hidup berdampingan dengan rukun.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Kita pun harus saling berbagi dan tidak pilih-pilih teman.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur seluruh alam dengan tertib dan damai. Negara kita pun diatur dengan Pancasila agar tercipta kehidupan yang rukun dan tertib.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, bukan untuk saling bermusuhan. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus berbagi dan hidup rukun dengan siapa saja. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai dan teratur, bangsa Indonesia pun diatur dengan Pancasila agar seluruh rakyatnya bisa hidup rukun.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda-beda suku dan agama. Menurutmu, mengapa perbedaan itu seharusnya membuat kita semakin rukun, bukan malah bermusuhan?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa pilih kasih. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang dikucilkan atau tidak diajak bermain karena berbeda?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan damai. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada keluarga, kelas, atau negara kita jika semua orang tidak mau hidup rukun?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penerapan Sila Pancasila di Rumah)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Berdoa sebelum makan adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
2.Bertengkar dengan adik di rumah adalah contoh penerapan sila kedua Pancasila.B / S
3.Membantu ibu membereskan rumah adalah bentuk penerapan sila kedua Pancasila.B / S
4.Bermusyawarah menentukan acara keluarga adalah penerapan sila kelima Pancasila.B / S
5.Menghormati pendapat anggota keluarga saat berdiskusi adalah penerapan sila keempat Pancasila.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila)   3. Benar   4. Salah (musyawarah termasuk sila keempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Hidup Rukun sebagai Penerapan Pancasila

🤝 A. Apa itu Hidup Rukun?

Hidup rukun artinya hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu dengan orang lain, tanpa bertengkar atau bermusuhan. Hidup rukun bisa kita terapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Contoh sehari-hari: Bermain bersama teman tanpa berebut mainan, membantu adik mengerjakan tugas, dan tidak mengejek teman yang berbeda suku atau agama.

🇮🇩 B. Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila-Sila Pancasila

Sila 1 – Menghormati teman yang sedang beribadah, tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Sila 2 – Saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila 3 – Bermain bersama tanpa membeda-bedakan suku, daerah, atau bahasa.
Sila 4 – Bermusyawarah saat ada perbedaan pendapat, misalnya memilih ketua kelas.
Sila 5 – Berbagi bekal atau alat tulis dengan teman yang membutuhkan.
Contoh sehari-hari: Saat Rian dan Made yang berbeda agama tetap bermain bersama dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing, itu adalah bentuk hidup rukun yang sesuai dengan nilai Pancasila.
🤝 🏡 🏫 🕌 ⛪
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Hidup rukun artinya hidup ....

A. damai dan saling menghargai

B. bertengkar terus-menerus

C. saling bermusuhan

D. sendiri tanpa teman

MUDAH

2. Contoh hidup rukun di rumah adalah ....

A. bertengkar dengan adik

B. saling membantu pekerjaan rumah

C. tidak mau berbagi mainan

D. mengejek anggota keluarga

MUDAH

3. Hidup rukun sebaiknya diterapkan di ....

A. rumah saja

B. sekolah saja

C. rumah, sekolah, dan masyarakat

D. tidak perlu diterapkan

SEDANG

4. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku atau daerah asal adalah penerapan sila ke ....

A. 1

B. 2

C. 4

D. 3

SEDANG

5. Ketika teman sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....

A. menghormatinya

B. mengganggunya

C. menertawakannya

D. memaksanya berhenti

SEDANG

6. Musyawarah untuk memilih ketua kelas adalah contoh penerapan sila ke ....

A. 2

B. 4

C. 3

D. 5

SEDANG

7. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....

A. 4

B. 3

C. 5

D. 1

SUKAR

8. Rian dan Made berbeda agama, namun mereka tetap bermain bersama dengan rukun dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing. Sikap mereka mencerminkan penerapan sila ....

A. kelima

B. keempat

C. ketiga

D. pertama

SUKAR

9. Saat ada perbedaan pendapat dalam kelompok kerja kelas, sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila keempat adalah ....

A. bermusyawarah untuk mencapai mufakat

B. memaksakan pendapat sendiri

C. langsung marah dan pergi

D. mengabaikan pendapat teman

SUKAR

10. Ada teman baru pindahan dari luar daerah dengan bahasa daerah yang berbeda. Sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila ketiga adalah ....

A. mengucilkannya karena berbeda

B. merangkulnya dan berteman dengannya

C. menertawakan logat bicaranya

D. membiarkannya sendirian

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna keberagaman dan kerukunan.
  • Kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang melatih siswa menyadari perasaannya sendiri saat rukun maupun saat bertengkar.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku/agama, berbagi bekal, dan bermusyawarah memilih ketua kelas.
  • Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila Pancasila, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi bisa dipraktikkan setiap hari.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan bermain peran (role play) membuat siswa lebih mudah memahami dampak hidup rukun secara langsung dan menyenangkan.
  • Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa hidup rukun berarti hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Hidup rukun adalah wujud nyata penerapan kelima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki tanpa membeda-bedakan, dan Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai, mari kita jaga kerukunan di mana pun kita berada. 🌟
Refleksi : 

MATERI AJAR SELASA 1 SEPTEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

Identitas

Nama Guru        : Istni Etty, S.Pd.

Hari/ Tanggal      : Selasa/ 1 September 2026

Fase/Kelas           : A/Kelas 2 Zaid Bin Tsabit

Mata Pelajaran   : Matematika

Materi                  : Bab 2 Mengenal Dasar Pengurangan: Sisa atau Selisih

Pertemuan ke       : 3


➖ Mengenal Pengurangan: Sisa dan Selisih 🍎

Matematika • Kelas 2 SD • Fase A

🎯 Capaian Pembelajaran

Elemen Bilangan: Murid memiliki pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret.

Elemen Aljabar: Murid memahami makna simbol matematika "=" dalam kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

📌 Tujuan Pembelajaran Umum

Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 50; menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam kalimat matematika terkait penjumlahan dan pengurangan; menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

🌱 Tujuan Pembelajaran

1. (Mindful) Melalui pengamatan benda konkret di sekitar kelas (pensil, kelereng, buah), murid mampu membedakan makna "sisa" dan "selisih" dalam pengurangan dengan penuh perhatian dan kesadaran terhadap jumlah benda yang diamati.

2. (Meaningful) Melalui kegiatan bercerita dan praktik langsung menggunakan benda nyata (koin, buah, alat tulis), murid mampu menuliskan kalimat pengurangan yang bermakna dan berkaitan dengan pengalaman sehari-hari.

3. (Joyful) Melalui permainan kelompok "Cari Selisih" dan "Hitung Sisa", murid mampu menyelesaikan soal pengurangan sederhana dengan rasa senang, percaya diri, dan semangat kerja sama.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Memahami Konseptual — Murid mengamati dan membandingkan kumpulan benda konkret untuk memahami makna "sisa" (hasil pengambilan sebagian benda) dan "selisih" (hasil perbandingan dua kumpulan benda).

2. Memahami Prosedural — Murid berlatih menuliskan kalimat matematika pengurangan (a − b = c) berdasarkan situasi benda konkret yang telah diamati.

3. Mengaplikasi — Murid menyelesaikan soal cerita sederhana tentang pengurangan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti uang jajan, buah-buahan, dan mainan.

4. Merefleksi — Murid menuliskan pengalaman belajar, kesulitan yang ditemukan, serta manfaat pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

🕌 Apersepsi Pagi

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

"Allah menciptakan segala sesuatu..." (QS. Az-Zumar: 62)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

"Dan tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya..." (QS. Hud: 6)

Allah Maha Mencipta segala benda di sekitar kita — pensil, buah, dan mainan yang hari ini akan kita hitung. Allah juga Maha Memelihara dan Maha Pemberi Rezeki, sehingga apa pun yang kita miliki, meskipun berkurang karena dipakai atau diberikan kepada orang lain, tetap ada hikmah dan berkahnya. Hari ini kita akan belajar menghitung sisa dan selisih benda-benda tersebut, sambil bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 🤲

📖 Ayo Belajar: Dua Makna Pengurangan

1️⃣ Makna "Sisa"

"Sisa" terjadi ketika kita punya sejumlah benda, lalu sebagian diambil, dipakai, atau diberikan. Yang tertinggal itulah sisanya.

Contoh: Ada 7 apel. Dimakan 3 apel. Berapa sisanya?

🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
7 − 3 = 4

Sisa apel ada 4 buah.

2️⃣ Makna "Selisih"

"Selisih" terjadi ketika kita membandingkan dua kumpulan benda: mana yang lebih banyak, dan berapa bedanya.

Contoh: Tinggi badan Andi 90 cm, tinggi badan Budi 85 cm. Berapa selisih tinggi badan mereka?

90 cm
85 cm
AndiBudi
90 − 85 = 5

Selisih tinggi badan mereka adalah 5 cm. Andi lebih tinggi 5 cm dari Budi.

🖼️ Contoh Soal Bergambar

Soal 1 (Sisa): Siti memiliki 20 koin. Ia membeli pensil seharga 8 koin. Berapa sisa koin Siti?

🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙
20 − 8 = 12

Sisa koin Siti ada 12 keping.

Soal 2 (Selisih, dari cerita ke kalimat matematika):

"Kebun Pak Tani memiliki 18 pohon mangga dan 11 pohon jambu. Berapa selisih jumlah pohon mangga dan pohon jambu?"

LangkahPenjelasan
1. Baca soalBandingkan dua jumlah pohon: mangga dan jambu
2. Tentukan angkaMangga = 18, Jambu = 11
3. Tulis kalimat matematika18 − 11 = ...
4. Hitung18 − 11 = 7
18 − 11 = 7

Selisih pohon mangga dan jambu adalah 7 pohon.

✏️ Ayo Berlatih!

  1. Dodo mempunyai 10 kelereng. Ia memberikan 4 kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Dodo sekarang? Mudah
  2. Seekor ayam bertelur 6 butir, seekor bebek bertelur 4 butir. Berapa selisih jumlah telur ayam dan bebek? Mudah
  3. Toni memiliki 25 kartu bergambar. Ia menukarkan 12 kartunya dengan milik temannya. Tuliskan kalimat matematikanya, lalu hitung berapa sisa kartu Toni! Sedang
  4. Tinggi pohon mangga di halaman sekolah 40 cm, sedangkan tinggi pohon jambu 27 cm. Berapa selisih tinggi kedua pohon tersebut? Sedang
  5. Bu Rina mempunyai 45 butir telur ayam. Pada pagi hari ia menjual 18 butir, kemudian pada siang hari ia menjual lagi 15 butir. Berapa sisa telur Bu Rina sekarang? Sulit

🔑 Kunci Jawaban

  1. 10 − 4 = 6  → sisa kelereng Dodo ada 6 butir.
  2. 6 − 4 = 2  → selisih telur ayam dan bebek adalah 2 butir.
  3. 25 − 12 = 13  → sisa kartu Toni ada 13 lembar.
  4. 40 − 27 = 13  → selisih tinggi pohon mangga dan jambu adalah 13 cm.
  5. 45 − 18 = 27, lalu 27 − 15 = 12  → sisa telur Bu Rina adalah 12 butir.

✅ Kesimpulan

Pengurangan memiliki dua makna penting: sisa (jumlah benda yang tertinggal setelah sebagian diambil) dan selisih (perbedaan jumlah antara dua kumpulan benda yang dibandingkan). Kedua makna ini dapat kita temukan setiap hari, misalnya saat menghitung uang jajan, buah, atau membandingkan tinggi badan teman. Simbol "=" menunjukkan bahwa kedua sisi kalimat matematika memiliki nilai yang sama. Dengan berlatih menggunakan benda konkret, kita dapat memahami pengurangan dengan lebih mudah, bermakna, dan menyenangkan, sambil selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah ciptakan, pelihara, dan berikan kepada kita. 🌟

📝 Refleksi Pembelajaran

Kendala Pembelajaran

Tindak Lanjut

Siswa yang Belum dan Sudah Paham

(Lingkari salah satu ekspresi di atas)

Monday, 31 August 2026

MATERI AJAR SENIN 31 AGUSTUS 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABT

 Identitas

Nama : Istni Etty, S.Pd
Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas : A/ 2 Zaid Bin Tsabit
Mata Pelajaran : Matematika
Materi : Mengenal dasar pengurangan


🍎🪙
Matematika · Kelas 2

Yuk, Belajar Pengurangan:
Sisa dan Selisih! ➖✨

Mengenal dasar pengurangan lewat cerita sehari-hari

🌙 Apersepsi

Mengingat Kebesaran Allah

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
"Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."
QS. Adz-Dzariyat (51) : 58
🤲 Kaitan dengan materi hari ini: Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Setiap hari kita diberi banyak nikmat: makanan, minuman, kesehatan, dan kasih sayang keluarga. Kadang dari rezeki itu kita pakai sebagian, lalu ada yang tersisa. Kadang kita juga melihat teman punya sesuatu, lalu membandingkan selisih jumlahnya — bukan untuk sombong atau iri, tetapi untuk belajar bersyukur dan pandai berhitung. Nah, hari ini kita akan belajar menghitung sisa dan selisih lewat pengurangan!
🎯 Tujuan Pembelajaran
📘Memahami konsep dasar pengurangan sebagai "sisa" atau "selisih".
💡 Penjelasan

Dua Makna Pengurangan

Dalam matematika, pengurangan tidak hanya berarti "berkurang". Ada dua cara kita memakainya dalam kehidupan sehari-hari:

🍩 a. SISA

Ada sejumlah benda, lalu sebagian diambil. Yang ingin kita cari adalah: berapa yang tertinggal?

📏 b. SELISIH

Ada dua kelompok jumlah yang dibandingkan. Yang ingin kita cari adalah: mana yang lebih banyak, dan berapa bedanya?

🍩 Contoh Nyata — Sisa

Sisa Donat di Rumah

Ibu membuat 30 donat. Saat sore hari, keluarga memakan 12 donat. Berapa sisa donat ibu sekarang?
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
🍩
Donat tersisa (18)Donat yang sudah dimakan (12)
30 donat
12 dimakan
=
18 sisa

Kalimat matematika: 30 − 12 = 18. Jadi, sisa donat ibu ada 18 buah.

📏 Contoh Nyata — Selisih

Selisih Tinggi Badan Dua Sahabat

Andi dan Budi mengukur tinggi badan mereka memakai pita ukur di kelas. Tinggi Andi menunjukkan angka 45, sedangkan tinggi Budi menunjukkan angka 38. Berapa selisih tinggi badan mereka? Siapa yang lebih tinggi?
45
Andi
Selisih
= 7
38
Budi
45
38
=
7

Kalimat matematika: 45 − 38 = 7. Jadi, Andi lebih tinggi 7 angka dari Budi.

🪙 Contoh Soal Bergambar

Sisa Koin Tabungan Rani

Rani memiliki 50 keping koin tabungan. Rani membeli buku gambar seharga 20 keping. Berapa sisa koin Rani sekarang?
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
🪙
Koin milik Rani sekarang (30)Koin yang dipakai membeli buku (20)
50 koin
20 dipakai
=
30 sisa

Kalimat matematika: 50 − 20 = 30. Jadi, sisa koin Rani ada 30 keping.

✏️ Latihan Soal

Ayo Berlatih!

Kerjakan 5 soal cerita di bawah ini di buku tulismu ya. Jangan lupa tulis kalimat matematikanya dulu sebelum menjawab!

  1. Soal 1Mudah
    Ani mempunyai 20 pensil warna. Sebanyak 8 pensil dipinjamkan kepada teman sebangkunya. Berapa sisa pensil warna Ani sekarang?
  2. Soal 2Mudah
    Doni memiliki 25 kelereng, sedangkan Rizky memiliki 18 kelereng. Berapa selisih banyak kelereng Doni dan Rizky?
  3. Soal 3Sedang
    Ibu membeli 40 butir telur di pasar. Untuk membuat kue ulang tahun, ibu menggunakan 27 butir telur. Berapa sisa telur ibu sekarang?
  4. Soal 4Sedang
    Kelas 2B menanam 35 bibit bunga matahari, sedangkan Kelas 2C menanam 19 bibit bunga matahari. Berapa selisih jumlah bibit yang ditanam kedua kelas tersebut?
  5. Soal 5Sulit
    Bu Guru mempunyai 50 lembar stiker bintang untuk hadiah murid yang rajin. Setelah dibagikan, stiker Bu Guru tersisa 14 lembar. Berapa lembar stiker yang sudah dibagikan Bu Guru kepada murid-muridnya?
🔑 Klik di sini untuk melihat Kunci Jawaban
  1. 20 − 8 = 12 (sisa pensil Ani = 12)
  2. 25 − 18 = 7 (selisih kelereng Doni dan Rizky = 7)
  3. 40 − 27 = 13 (sisa telur ibu = 13)
  4. 35 − 19 = 16 (selisih bibit kedua kelas = 16)
  5. 50 − 14 = 36 (stiker yang sudah dibagikan = 36)

📌 Kesimpulan

Pengurangan punya dua makna penting: sisa (barang yang tertinggal setelah sebagian diambil) dan selisih (perbedaan jumlah saat membandingkan dua kelompok benda). Keduanya dihitung dengan cara yang sama, yaitu mengurangkan angka yang lebih besar dengan angka yang lebih kecil. Sama seperti rezeki dari Allah yang selalu cukup, kita belajar menghitung dengan teliti dan tetap bersyukur atas apa yang kita miliki. 🌟

📝 Refleksi Pembelajaran

Kendala Penbelajaran


MATERI AJAR HARI RABU, 2 SETEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

    IDENTITAS Nama Guru              : Istni Etty , S.Pd. Mapel                           : Pendidikan Pancasila Hari / Tanggal        : Rab...