Thursday, 4 September 2025

MATERI AJAR KAMIS, 4 SEPTEMBER 2025

 

 Hari / Tanggal       : Kamis, 4 September 2025

Fase/Kelas              : C / VI

Mata Pelajaran      : Matematika, Seni Rupa, PKN


Matematika

Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uangMereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPBPeserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mengetahui nilai tempat pada bilangan pecahan desimal.

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

MATEMATIKA

Pengertian Pecahan Desimal

Mengutip buku Get Success UN Matematika oleh Slamet Riyadi, bilangan pecahan desimal adalah bilangan yang terdiri atas dua angka atau lebih dari disertai tanda koma, sehingga memiliki arti per sepuluhan, per seratusan, per seribuan, dan seterusnya.

Misalnya:

  • 2,7 dengan pengertian, 2 menunjukkan angka satuan dan 7 menunjukkan angka per sepuluhan.
  • 1,35 dengan pengertian, 1 menunjukkan angka satuan, 3 menunjukkan angka per sepuluhan, dan 5 menunjukkan angka per seratusan.

Cara Mengubah Pecahan Desimal ke Pecahan biasa

Dalam buku Pintar Matematika SD oleh Budhi Yuwono dijelaskan mengenai cara mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa, yaitu dengan mengubah pecahan desimal ke bentuk pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Kemudian Si Kecil dapat mencari FPB-nya, lalu disederhanakan.

Misalnya:

Ubah pecahan desimal 0,625 menjadi pecahan biasa!

Pembahasan:

0,625 = 625/1000

FPB dari 625 dan 1000 adalah 125

625/1000 =  625/1000:125/125 = 5/8

Jadi, 5/8 sama dengan 0,625

Cara Mengubah Pecahan Desimal ke Pecahan Campuran

Cara mengubah pecahan desimal ke pecahan campuran adalah mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian disederhanakan menjadi pecahan campuran.

Misalnya:

Ubah pecahan desimal 5,25 menjadi pecahan campuran!

Pembahasan:

5,25 = 525/100

FPB dari 525 dan 100 adalah 25

525/100 = 525/100:25/25 = 21/4

Jadi, 21/4 disederhanakan ke pecahan campuran menjadi 5 1/4

Cara Mengubah Pecahan Desimal ke Persen

Mengutip buku Panduan Belajar dan Evaluasi Matematika oleh Wini Kristianti dan Dhesy Adhalia, cara mengubah pecahan desimal menjadi persen, Si Kecil dapat mengubah pecahan desimal tersebut ke dalam bentuk pecahan biasa. Kemudian, kalikan penyebut pecahan tersebut dengan angka yang dapat menjadikannya 100, sehingga hasilnya bisa dinyatakan dalam bentuk persen.

Misalnya:

0,2 = 2/10 Kemudian 2/10 dikalikan bilangan tertentu agar penyebutnya menjadi 100

2/10 x   10 /10   = 20/100 = 20%

Sekarang kita akan membahas Nilai Tempat Bilangan Desimal. Amati video pembelajaran berikut ini ya:




Apa Itu Makrame?


Makrame adalah seni mengikat tali untuk menciptakan kerajinan dengan berbagai bentuk dan fungsi. Teknik simpul yang beragam digunakan untuk pembuatannya, menghasilkan produk akhir berupa karya yang unik dan juga fungsional. 

Secara luas, pengertian makrame bisa mencakup hiasan dinding tali simpul, aksesoris pribadi, barang-barang rumah tangga, dan elemen dekoratif pada tas juga pakaian yang dibuat dengan tangan. Untuk mempelajari teknik makrame, Knittopreneurs perlu menguasai berbagai jenis simpul, yang menjadi dasar pembuatan kerajinan tekstil makrame.

Berbagai Warna Benang yang Bisa Digunakan untuk Kerajinan Makrame
Berbagai Warna Benang yang Bisa Digunakan untuk Kerajinan Makrame

Dapat disimpulkan, bahwa pengertian kerajinan makrame adalah seni mengikat tali yang melibatkan penggunaan simpul untuk menciptakan berbagai karya.

Bagaimana Asal-Usul Makrame?

Menurut Wikipedia, makrame berasal dari bahasa Arab, tepatnya dari kata “migramah” (مقرمة), yang berarti “hiasan tepi” atau “handuk berumbai.” Awalnya populer di kalangan pelaut, sebagai cara menghabiskan waktu luang selama berlayar, dan untuk membuat barang-barang seperti jaring ikan dan tali pengikat dari simpul.

Kemudian, makrame menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Asia. Kerajinan makrame disebut juga dengan kerajinan yang mewakili kebudayaan dan tradisi setempat. Pada abad ke-19, makrame menjadi sangat populer sebagai bagian dari dekorasi rumah, terutama selama era Victoria. 

Kini, makrame semakin populer digunakan sebagai bagian dari seni tangan dan kerajinan, bahkan menjadi peluang usaha yang memiliki potensi besar. Berbagai produk yang dibuat dengan menggunakan teknik makrame pun dapat kita temukan sehari-hari..

Apa Saja Fungsi Kerajinan Makrame?

Selain memiliki fungsi yang dekoratif dan fungsional, makrame pun bisa menawarkan alternatif yang ramah lingkungan untuk produk dekorasi rumah dan fashion. Sebab, umumnya produk akhir kerajinan makrame dibuat dari bahan alami seperti katun, linen, atau rami. 

Makrame juga bisa digunakan untuk penggunaan pribadi ataupun diberikan sebagai kado dan souvenir di berbagai kesempatan. Produknya memiliki nilai lebih, selain cantik juga unik, menjadikannya cocok dijadikan barang yang spesial untuk diberikan kepada orang lain.

Baca Juga: Pemula Pasti Bisa! Panduan Lengkap Cara Membuat Batik Ecoprint

Mengenal Teknik Dasar dalam Membuat Makrame

Contoh Simpul Dasar pada Makrame
Contoh Simpul Dasar pada Makrame

Dalam pembuatan kerajinan makrame, teknik yang digunakan berupa variasi dari beberapa simpul dasar yang dikombinasikan untuk menciptakan pola yang kompleks dan unik. Ada beberapa komponen dari kerajinan tangan ini yang Knittopreneurs perlu ingat:

  • Simpul Dasar

Dapat dikatakan sebagai ‘fondasi’ dari semua pembuatan makrame, meliputi simpul datar (flat knot), simpul spiral (spiral knot), dan simpul picot (square knot picot), yang masing-masingnya memberikan tekstur dan pola yang berbeda pada karya makrame.

  • Simpul Lilit

Teknik ini melibatkan melilitkan satu tali di sekitar tali lainnya untuk menciptakan efek yang khas. Kerajinan makrame seperti tas dan dompet biasanya dibuat dengan teknik ini, untuk menambahkan dimensi dan tekstur pada produk.

  • Simpul Tambah

Teknik ini digunakan untuk menambahkan tali baru ke dalam karya makrame, memungkinkan pembuatan desain yang lebih luas dan kompleks.

Memahami Berbagai Jenis Simpul Kerajinan Makrame

Nah, variasi teknik makrame yang sudah kita bahas, biasanya akan dibentuk dari berbagai simpul-simpul berikut:

  • Simpul Cina (Chinese Knot): Salah satu jenis simpul yang sangat dekoratif, sering digunakan untuk aksen pada karya makrame.
  • Simpul Penuh (Square Knot): Dasar dari banyak proyek makrame, simpul ini digunakan untuk membuat pola datar atau tiga dimensi tergantung pada aplikasinya.
  • Simpul Bergelombang (Wavy Knot): Menciptakan efek bergelombang pada karya makrame, dan dapat memberikan tekstur unik pada produk.
  • Simpul Josephine: Kompleks dan dekoratif, sering digunakan untuk menambah detail pada hiasan dinding atau aksesoris.

Cara Merawat Produk dari Kerajinan Makrame

Jika sudah memiliki produk makrame di rumah, atau berencana membuatnya, Minto sudah mengumpulkan berbagai tips untuk merawatnya:

  • Bersihkan Secara Teratur

Debu dan kotoran bisa menumpuk pada makrame, terutama pada karya yang digantung seperti hiasan dinding atau gantungan tanaman. Gunakan sikat lembut atau penyedot debu dengan ujung yang lebih kecil untuk menghilangkan debu secara rutin.

  • Cuci dengan Hati-Hati

Jika makrame perlu dicuci, cuci dengan tangan menggunakan air dingin dan sabun lembut. Hindari menggunakan pemutih atau detergen keras yang dapat merusak serat tali. Untuk kerajinan makrame yang lebih kecil, bisa juga dimasukkan ke dalam sarung bantal atau tas jaring untuk dicuci di mesin cuci dengan setting paling rendah.

  • Simpan dengan Benar

Saat tidak digunakan atau ingin disimpan, lipat makrame dengan hati-hati untuk menghindari kemungkinan simpul dan tali kusut. Simpan di tempat yang kering dan bebas dari serangga atau hama yang bisa merusak serat tali.

  • Rapikan Simpul dan Fringe

Untuk simpul atau fringe yang terlihat kusut, gunakan sisir dengan gigi yang jarang untuk merapikannya. Ini akan membantu Knittopreneurs dalam menjaga tampilan makrame tetap rapi.

  • Pencegahan Kerusakan

Hindari menempatkan makrame di area yang lembab atau terkena sinar matahari langsung untuk waktu yang lama. Kelembaban bisa menyebabkan tumbuhnya jamur, sementara paparan matahari bisa memudarkan warna.

  • Perawatan Khusus untuk Warna

Untuk makrame yang terbuat dari benang atau tali berwarna (selain putih), pastikan untuk tes kestabilan warna sebelum mencuci. Pertimbangkan juga untuk menggunakan spray pelindung warna yang aman untuk tekstil.

Silahkan simak video berikut ini:

Pendidikan Pancasila

Capaian pembelajaran:

Murid mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.


Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami, mensyukuri, dan menunjukan pengamalan nilai-nilai pancasila


Matematika



andi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi yang terbuat dari batu bata besar dan tebal ini berukuran 74 x 74 meter. Candi tersebut dikelilingi tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer. Di dalam kompleks candi Muara Takus terdapat beberapa bangunan candi, yaitu Candi sulung atau Candi tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka. Candi adalah tempat beribadah agama Buddha pada masa keemasan Sriwijaya. Sekarang, candi ini menjadi objek wisata dan penelitian sejarah.


Candi Muara Takus dikelilingi oleh tembok tanah berukuran panjang 1,5 dan lebar 1,5 kilometer. Tembok tersebut mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir Sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi yang disebut dengan Candi sulung /tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka.

Kedua ukuran tersebut berbentuk pecahan desimal. Pecahan desimal merupakan pecahan bentuk lain dari pecahan biasa karena pecahan desimal adalah pecahan biasa dengan penyebut atau atau kelipatan 10 (100, 1000, 10000, dan seterusnya). Pada pecahan biasa jika pembilang dibagi dengan penyebut maka akan menghasilkan bentuk pecahan desimal.

Cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal adalah dengan cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, 1.000, dan seterusnya. Pembilang dan penyebut harus dikalikan dengan bilangan yang sama agar penyebutnya menjadi 10, 100, 1.000, dan seterusnya. Perhatikan contoh berikut ini.
Contoh :3=3 x 25=75=0, 75
44 x 25100

Bagaiman jika penyebut bukan bilangan kelipatan 10 ? Jika penyebut tersebut sulit untuk diubah menjadi sepuluh, misalnya , kamu 3/8 dapat menggunakan cara pembagian (membagi pembilang dengan penyebut). Perhatikan contoh di bawah ini.

0,375hasil akhir adalah 0,375
833 dibagi 8 menghasilkan 0 sisa 3

3030 dibagi 8 menghasilkan 3 sisa 6
8 x 3 =24-

  6060 dibagi 8 menghasilkan 7 sisa 4
7 x 8 =   56-

    4040 dibagi 8 menghasilkan 5 sisa 0
5 x 8 =     40-

      0
Jadi 3/8 = 0,375

Mengubah Pecahan Desimal menjadi Pecahan Biasa
Cara paling mudah mengubah bilangan desimal dengan menjadi pecahan biasa adalah dengan mengubahnya ke bentuk pecahan dengan penyebut kelipatan 10, 100, 1.000 dan seterusnya.. Untuk menentukan penyebut pecahan dapat dilihat berapa banyak angka dibelakang koma. 1 angka dibelakang koma berarti penyebut sepuluh, 2 angka dibelakang koma berarti penyebut seratus, 3 angka dibelakang koma berarti penyebut seribu. Kemudian sederhanakan hingga ketemu pecahan yang paling sederhana. Perhatikan langkah-langkah berikut :
  • Hitung jumlah angka dibelakang koma, misal 0,22 → jumlah angka di belakang koma = 2
  • Hilangkan tanda koma dan angka nol di depan koma kemudian setelah dihilangkan jadikan bilangan tersebut manjadi pembilang pecahan (ingat pembilang letakknya di atas). Misal 0,22 → setelah dihilangkan → 22 → kita jadikan pembilang.
  • Angka dibelakang koma sebanyak dua angka yang berarti penyebut adalah 100. 0,22 = 22/100 disederhanakan menjadi 11/50.
Contoh :
1.  0,52 =  52 = 52 : 4 =13
100100 : 425
2.  0,75 =  75 = 75 : 25 =3
100100 : 254
3.  0,625 =  625 = 625 : 125 =5
1.0001.000 : 1258

Ternyata pecahan dapat digambarkan pada kertas berpetak seperti gambar di bawah. Lani mencoba menggambarkan 1,5 ke dalam bentuk berikut! 
pecahan desimal
Pada gambar pertama (gb. 1), arsiran pada semua kotak penuh. Pada gambar kedua, arsiran hanya setengahnya. Jika digabungkan, gambar tersebut memiliki nilai 1 benda utuh dan 0,5 benda.
  • Pada gambar 2 menunjukan pecahan biasa 7/10 apabila diubah ke pecahan desimal menjadi 0,7.
  • Pada gambar 3 menunjukan pecahan biasa 5/10 jika diubah menjadi pecahan desimal menjadi 0,5.
  • Pada gambar 4 menunjukan pecahan biasa 9/10 jika diubah menjadi pecahan desimal menjadi 0,9.
  • Pada gambar 5 menujukan pecahan 0,54 jika dibuah menjadi pecahan biasa dapat digambarkan dengan 54 kotak kuning dari 100 kotak atau dapat ditulis 54/100.
  • Pada gambar 6 menunjukan pecahan desimal 0,65 jika diubah menjadi pecahan biasa dapat digambarkan dengan 65 kotak kuning dari 100 kotak atau dapat ditulis 65/100.
Kesimpulan : Mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, 1.000 dan seterusnya. Jika penyebut sulit dijadikan bilangan 10, 100, 1.00 mengubah pecahan dapat dilakukan dengan cara membagi pembilang dan penyebut.
Materi Ajar Pendidikan Pancasila

A. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila adalah dasar negara dan panduan hidup bangsa Indonesia.
Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ B. Nilai-Nilai dalam Setiap Sila Pancasila

SilaBunyiNilai yang TerkandungContoh Sikap
1️⃣Ketuhanan Yang Maha EsaToleransi, beriman, menghargai agamaBerdoa sebelum belajar, menghormati agama teman
2️⃣Kemanusiaan yang Adil dan BeradabSaling menghormati, tolong-menolongMenolong teman yang kesulitan, tidak mengejek
3️⃣Persatuan IndonesiaCinta tanah air, menghargai perbedaanMenghormati teman dari daerah lain, ikut upacara
4️⃣Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...Musyawarah, demokrasi, tanggung jawabBerdiskusi bersama, menghargai pendapat orang lain
5️⃣Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaAdil, tidak pilih kasih, gotong royongBerbagi dengan teman, tidak membeda-bedakan

🧠 C. Mengapa Kita Harus Menerapkan Nilai Pancasila?
  • Agar kehidupan rukun dan damai

  • Menumbuhkan sikap saling menghargai

  • Menjadikan bangsa Indonesia kuat, bersatu, dan adil

🏠 D. Contoh Penerapan di Rumah dan Sekolah

TempatContoh Penerapan
Di rumahMembantu orang tua, menghormati saudara, berdoa bersama
Di sekolahTidak membully, mengikuti upacara, ikut piket kelas, bersikap adil saat bermain
Di masyarakatIkut kerja bakti, membuang sampah pada tempatnya, tidak mengejek tetangga berbeda agama

📝 E. Latihan Pemahaman
  1. Apa arti Pancasila sebagai dasar negara?

  2. Sebutkan satu contoh sikap yang mencerminkan sila ke-2!

  3. Bagaimana kamu menerapkan sila ke-3 di sekolah?

  4. Mengapa musyawarah penting dalam kehidupan bersama?

✍️ Tugas Siswa

  • Buat poster bergambar tentang salah satu sila Pancasila dan contoh penerapannya.

  • Tuliskan cerita singkat (3–5 kalimat) tentang pengalamanmu menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

💬 Refleksi

“Nilai Pancasila membantu saya menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab. Saya ingin menerapkan nilai-nilai itu agar hidup saya bermanfaat untuk orang lain.”

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi landasan bagi pembangunan bangsa. Nilai-nilai Pancasila yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tidak hanya berlaku dalam ruang lingkup politik dan sosial, tetapi juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat memperkuat hubungan sosial, memperbaiki moralitas, dan membantu menciptakan masyarakat yang adil dan beradab.

A. Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai-nilai spiritual dan keagamaan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati keberagaman agama, menjunjung tinggi ajaran agama masing-masing, dan berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa dan ibadah dapat memperkuat hubungan antara individu dengan dirinya sendiri dan dengan sesama. Penerapan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa juga dapat diwujudkan dalam sikap saling menghormati dan menghargai berbagai kepercayaan agama.

B. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Pancasila menekankan pentingnya menghormati martabat manusia dan memperlakukan sesama dengan adil. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diterapkan dengan tidak melakukan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan gender. Selain itu, sikap peduli terhadap sesama yang membutuhkan, seperti memberikan bantuan kepada korban bencana alam atau memberikan kesempatan kepada mereka yang kurang mampu, juga merupakan bentuk penerapan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

C.Persatuan Indonesia

Persatuan adalah kunci keutuhan bangsa Indonesia. Penerapan nilai persatuan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan cara membangun hubungan yang harmonis dengan sesama warga negara, tanpa memandang perbedaan golongan atau suku. Kegiatan bersama, seperti kerja bakti atau komunitas, juga dapat memperkuat ikatan persatuan yang akan meningkatkan kualitas hidup bersama.

D. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai ini mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan nilai ini dapat dilakukan dengan cara berpartisipasi dalam proses demokrasi, seperti memilih pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan terlibat dalam diskusi publik tentang kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi masyarakat.

E. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial dapat diterapkan melalui berbagai langkah, seperti memastikan akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan nilai keadilan sosial dapat dilakukan dengan tidak memanfaatkan atau menindas orang lain, tetapi memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.

untuk lebih memahami materi diatas, silahkan disimak video berikut ini:



Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari cinta dan kebanggaan terhadap tanah air. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam setiap tindakan, sikap, dan keputusan, kita dapat membentuk masyarakat yang harmonis, adil, dan beradab. Oleh karena itu, penting bagi kita semua sebagai warga negara Indonesia untuk memahami arti nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


No comments:

Post a Comment

MATERI AJAR, JUMAT 28 NOVEMBER 2025

  MATERI AJAR JUMAT, 28 NOVEMBER 2025   Hari/tanggal              :  Jumat, 28 November 2025 Fase/Kelas                 : C/VI  Materi Muata...