Thursday, 30 October 2025

MATERI AJAR JUMAT, 31 OKTOBER 2025

Hari/Tanggal       : Jumat, 31 Oktober 2025

Fase/Kelas          : C/VI

Muatan Pelajaran: 

1. IPAS         :  Kedatangan Bangsa Asing Ke Indonesia


CP IPAS: 

Murid memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar.

TP: Murid .mampu mengidentifikasi Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia


Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini!

IPAS


Berbagai keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia di atas menjadi salah satu pendorong bangsa-bangsa asing untuk datang ke Indonesia. Salah satu tujuan kedatangan mereka adalah untuk melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia tentu sangat bermanfaat bagi pembangunan Indonesia. Namun di sisi lain, kedatangan bangsa-bangsa asing tersebut merugikan bangsa Indonesia. Keinginan mereka menguasai kegiatan ekonomi Indonesia merupakan salah satu kerugian bagi bangsa Indonesia.

Selain kekayaan pertanian dan perkebunan, Indonesia juga kaya akan berbagai kekayaan laut dan aneka tambang di berbagai daerah. Keragaman kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia mendorong bangsa-bangsa asing untuk turut memanfaatkannya. Seperti tampak dalam peta di bawah, yang menunjukkan keunggulan lokasi Indonesia. Keunggulan lokasi Indonesia, berpengaruh terhadap kondisi dan kekayaan alam Indonesia. Karena kekayaan tersebut, banyak bangsa asing tertarik datang bahkan menguasai kekayaan alam Indonesia.


persebaran hasil perkebunan
Beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah penghasil berbagai hasil pertanian dan perkebunan. Berikut ini lima provinsi di Indonesia penghasil perkebunan dan pertanian.
No.ProvinsiKekayaan Pertaniandan PerkebunanKegiatan Pemanfaatan
1.Sumatra UtaraKelapa SawitPembuatan minyak goreng
2.MalukuCengkehPembuatan minyak cengkeh
3.Sulawesi SelatanKelapaPembuatan minyak goreng
4.Sumatera SelatanKaretBahan pembuatan ban
5.LampungKopiBahan pembuatan minuman

Keunggulan lokasi Indonesia menjadi salah satu pendorong terjadinya interaksi dan komunikasi dengan berbagai bangsa di dunia. Berbagai kekayaan alam bangsa Indonesia sangat dibutuhkan bangsa-bangsa di dunia. Indonesia juga merupakan salah satu daerah pemasaran berbagai komoditas bangsa-bangsa lain.

Kekayaan alam Indonesia itulah yang menjadi salah satu daya tarik kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia. Mereka datang ke Indonesia untuk memperoleh berbagai komoditas yang akan dijual kepada negeri lain. Ketertarikan bangsa-bangsa asing terhadap kekayaan di Indonesia terjadi sejak masa lalu. Berbagai pengaruh keunggulan lokasi Indonesia berpengaruh terhadap imperialisme dan kolonialisme di Indonesia pada masa lalu.


a. Daya Tarik Indonesia Bagi Bangsa-bangsa Barat

Indonesia dan bangsa-bangsa di Eropa memiliki perbedaan kondisi alam. Pengaruh lokasi telah memberikan perbedaan iklim dan kondisi tanah di Indonesia dan Eropa. Hal ini mengakibatkan hasil bumi yang diperoleh juga berbeda. Bangsa Indonesia harus senantiasa bersyukur karena dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa hidup di daerah tropis.

Karena keunggulan lokasi Indonesia berbagai macam tumbuhan dapat tumbuh dengan baik, salah satunya adalah rempah-rempah. Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau perasa dalam masakan. Beberapa rempah-rempah Indonesia seperti cengkeh, kemiri, merica, dan kayu manis merupakan contoh hasil bumi Indonesia yang sangat dibutuhkan bangsa-bangsa barat.

Ternyata digunakanannya rempah-rempah jaman dulu ini bukan hanya untuk pengawetan makanan. Rempah-rempah di Eropa sangat berharga karena asal-usulnya yang dirahasiakan. Orang Eropa mengenal rempah-rempah dari orang arab yang sebagai perantara berusaha menjaga sumber rempah-rempahnya supaya tidak diketahui asal muasalnya. Para pedagang arab membeli rempah-rempah dari India hingga pelabuhan-pelabuhan diselat Malaka, bahkan ke kepulauan satu-satunya di dunia tempat asal dari pala, kemiri dan cengkeh, Maluku.

Pada waktu itu rempah-rempah menjadi simbol status yang untuk menikmatinya harus dipamerkan daripada dikonsumsi sendiri. Rempah-rempah disimpan sebagaimana permata berharga. Merica seringkali digunakan untuk pembayaran karena harganya sama dengan emas. Rempah-rempah juga digunakan untuk pengobatan dan kesehatan.

Ketika jalur perdagangan rempah ini ditutup oleh kekhalifahan Ottoman yang menguasai Turki dan Mesir dan menaikkan harga rempah-rempah dengan semena-mena, Bangsa Eropa mengalami kelangkaan rempah-rempah. Mulailah Portugal dan Spanyol menjalankan misi mencari pulau rempah-rempah dengan armada lautnya untuk mengakhiri dominasi arab dalam perdagangan rempah-rempah.


b. Revolusi Industri dan Motivasi 3G (Gold, Glory, Gospel)

Bangsa-bangsa Eropa mengetahui Nusantara (Indonesia) sebagai sumber rempah-rempah sudah sangat lama, bahkan sebelum masehi. Pada masa tersebut mereka masih kesulitan terutama masalah transportasi, kondisi politik, dan keamanan. Terjadinya revolusi industri di Eropa merupakan salah satu pendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia.

Revolusi industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikerjakan oleh tenaga manusia atau hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, dan barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.


Salah satu pengaruh revolusi industri adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa tersebut. Perahu dengan mesin uap merupakan penemuan sangat penting yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat. Selain penemuan mesin uap, revolusi industri didukung oleh berbagai penemuan lain, seperti kompas, mesin pemintal, dan sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut menjadi pendorong keinginan bangsa-bangsa Eropa melakukan berbagai petualangan.


Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan. Paham merkantilisme mendorong semangat bangsa-bangsa Eropa untuk mencari kekayaan sebanyak-banyaknya.

Semangat mencari kekayaan tersebut beriringan dengan semangat mencapai kejayaan dan kesucian. Dalam melakukan perjalanan ke Indonesia, bangsa-bangsa Barat menginginkan kejayaan (kemenangan) sekaligus kesucian, yakni menyebarkan agama Kristen. Tiga semangat tersebut (kekayaan, kejayaan, dan kesucian) menjadi semboyan perjalanan bangsa-bangsa Eropa yang terkenal dengan 3G atau Gold (emas), Glory (kejayaan) dan Gospel (kesucian).

Demikian pembelajaran pada hari ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa belajar dirumah dan sholat lima waktu ya... 

Wassalamualaikum wr.wb


MATERI AJAR KAMIS, 30 OKTOBER 2025

 Hari / Tanggal       : Kamis, 30 oktober 2025

Fase/Kelas              : C / VI

Mata Pelajaran      : Matematika, Pendidikan Pancasila, Seni Rupa


Matematika

Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uangMereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPBPeserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami cara membaca Rasia bilangan dengan baik. 

Pancasila

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran : 

Menjelaskan pengertian norma hukum, agama, kesusilaan, dan sopan santun.

Memberikan contoh penerapan norma dalam kehidupan sehari-hari.

Menyadari pentingnya norma untuk menciptakan ketertiban dan kerukunan hidup.

Seni Rupa

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.


Tujuan Pembelajaran: 

1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian menganyam. 




Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya... 
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.




MATEMATIKA

Rasio untuk Kelas 6 SD adalah perbandingan dua besaran yang dapat diungkapkan dalam bentuk a:b atau a/b, yang bisa disederhanakan dengan membagi kedua angka dengan nilai yang sama untuk mendapatkan rasio paling sederhanaKonsep ini penting untuk membandingkan jumlah atau ukuran secara proporsional dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam resep masakan atau perbandingan harga barang. 
Pengertian Rasio 
  • Perbandingan BesaranRasio adalah cara membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran.
  • BesaranBesaran adalah sesuatu yang bisa diukur, seperti jumlah benda, ukuran, atau berat.
  • Penulisan Rasio:
    • Menggunakan tanda "dibanding" atau ":" (misalnya, 2:3).
    • Dalam bentuk pecahan (misalnya, 2/3).
  • SatuanDalam rasio besaran yang sama, satuan tidak perlu dicantumkan.
Menyederhanakan Rasio
  • Membagi dengan Angka yang Sama
    Untuk menyederhanakan rasio, kedua angka dalam rasio dibagi dengan faktor persekutuan terbesar (FPB) atau angka pembagi yang sama. 
  • Contoh
    Rasio 4 berbanding 6 dapat disederhanakan menjadi 2 berbanding 3, dengan membagi kedua angka dengan 2. 
Penerapan Rasio dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Membandingkan Jumlah
    Menentukan rasio jumlah buah-buahan, seperti rasio jeruk terhadap lemon dalam semangkuk buah. 
  • Membandingkan Harga
    Memilih paket bibit pohon yang lebih murah dengan menghitung rasio harga per bibit, seperti harga satu bibit. 
  • Resep Masakan
    Menentukan takaran bahan-bahan agar sesuai dengan proporsi yang diinginkan, misalnya rasio tepung dan telur untuk kue. 
Contoh Soal dan Pembahasan 
  • Soal
    Di sebuah sekolah, terdapat 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Tentukan rasio siswa laki-laki terhadap siswa perempuan!
  • Pembahasan:
    • Rasio laki-laki : perempuan adalah 10 : 15.
    • Sederhanakan rasio dengan membagi kedua angka dengan 5: 10/5 : 15/5 = 2 : 3.
    • Jadi, rasio siswa laki-laki terhadap perempuan adalah 2 berbanding 3.

    pada pertemuan hari ini kita akan membahas Latihan soal Sumatif Tengah Semester dengan materi bilangan desimal dan Pecahan. Simak beberapa contoh soal dibawah ini;

    1. Konversi Pecahan ke Desimal dan Sebaliknya 
    • Ubah pecahan 3/5 menjadi bentuk desimal. (Jawaban: 0,6)
    • Ubahlah bentuk desimal 0,12 menjadi bentuk pecahan. (Jawaban: 12/100 atau 3/25)
    • Bentuk desimal dari 12,5% adalah... (Jawaban: 0,125)
    2. Operasi Hitung pada Pecahan Desimal 
    • Hasil dari 0,8 + 12/10 adalah... (Jawaban: 0,8 + 1,2 = 2)
    • Hitunglah: 0,65 + 0,5 x 3 = ... (Jawaban: 0,65 + 1,5 = 2,15)
    3. Soal Cerita
    • Ibu membeli 3 kg terigu. Jika sisa terigu adalah 50%, berapa kg terigu yang ibu gunakan? (Jawaban: 1,5 kg) 
    • Paman membawa 5 lusin buah mangga. Sebanyak 55% dari buah mangga dibagikan kepada tetangga. Berapa buah mangga yang masih tersisa? (Jawaban: 27 buah) 
    • Sebuah toko memiliki 2 tali pramuka dengan panjang 0,5 m dan 2½ m. Jika kedua tali tersebut digabungkan dan kemudian disisakan 0,25 m, berapa panjang tali yang digunakan? (Jawaban: 2,75 m) 

Demikian pembelajaran pada hari ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa belajar dirumah dan sholat lima waktu ya... 


Wassalamualaikum wr.wb

Kesimpulan

Alhamdulillah kegiatan belajar pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Murid sudah mampu memahami macam macam contoh kalimat langsung dan tidak langsung dengan baik. 







Materi Ajar Pendidikan Pancasila

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut untuk masing-masing norma:
  • Sumber: 
    Ajaran dan wahyu Tuhan Yang Maha Esa. 
  • Tujuan: 
    Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, serta menjaga hubungan spiritual. 
  • Sanksi: 
    Dosa atau siksa di akhirat jika dilanggar, serta pahala bagi yang mematuhi. 
  • Contoh: 
    Melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing, menghormati hari raya agama lain. 
2. Norma Hukum 
  • Sumber: Peraturan dan undang-undang yang dibuat oleh negara.
  • Tujuan: Mengatur tata tertib dalam masyarakat agar tercipta keadilan.
  • Sanksi: Sanksi hukum yang tegas, mengikat, dan memaksa jika dilanggar.
  • Contoh: Menaati peraturan lalu lintas, membayar pajak, tidak mencuri.
  • Sumber: Hati nurani dan kesadaran individu tentang benar dan salah. 
  • Tujuan: Pedoman hidup untuk membedakan perilaku baik dan buruk, menjaga hubungan baik antarindividu. 
  • Sanksi: Sanksi sosial seperti celaan, penyesalan, atau penurunan nilai diri di mata masyarakat. 
  • Contoh: Berperilaku jujur, menghormati orang tua, berbuat baik terhadap sesama. 
  • Sumber: Pandangan dan kebiasaan masyarakat tentang sopan santun yang berlaku di suatu lingkungan. 
  • Tujuan: Mengatur pergaulan agar saling hormat menghormati dalam masyarakat. 
  • Sanksi: Sanksi sosial berupa dicela atau dianggap tidak sopan oleh masyarakat. 
  • Contoh: Berbahasa sopan kepada orang tua, mengucapkan salam, menghargai orang berbicara, tidak menyerobot antrean. 



SENI RUPA

๐Ÿ”Ž Pengertian Menganyam

Menganyam adalah teknik membuat karya seni atau kerajinan tangan dengan cara menyusun dan menyilangkan bahan secara teratur membentuk pola tertentu.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

  • Mengenal teknik dasar menganyam.

  • Mengembangkan kreativitas dan ketelitian.

  • Menghargai karya seni berbasis budaya lokal.

๐Ÿงต Bahan dan Alat Anyaman

Bahan alami:

  • Daun pandan

  • Daun kelapa

  • Bambu

  • Rotan

Bahan buatan:

  • Kertas warna

  • Pita plastik

  • Sedotan

  • Kain perca

Alat bantu:

  • Gunting

  • Lem

  • Penggaris

  • Pensil/pulpen

๐Ÿ› ️ Teknik Dasar Menganyam

  1. Teknik Lurus (Horizontal-Vertikal):

    • Pola anyaman saling menyilang antara garis lurus mendatar dan tegak.

    • Contoh: anyaman tikar, hiasan dinding.

  2. Teknik Diagonal:

    • Pola anyaman membentuk garis miring atau sudut.

    • Lebih sulit dari teknik lurus.

  3. Teknik Motif (Pola Gambar):

    • Menggabungkan warna dan bentuk untuk membentuk gambar tertentu.

    • Digunakan untuk karya seni dekoratif.

๐Ÿ–ผ️ Contoh Hasil Anyaman

  • Tikar

  • Tas atau dompet dari plastik

  • Keranjang bambu

  • Tempat pensil dari kertas anyam

  • Hiasan dinding

๐ŸŒŸ Nilai-nilai dalam Kegiatan Menganyam

  • Ketekunan dan kesabaran

  • Kreativitas dan imajinasi

  • Pelestarian budaya lokal

  • Kerja sama (jika dikerjakan berkelompok)

✅ Penilaian

  • Kerapian hasil anyaman

  • Keunikan pola atau motif

  • Pemilihan warna dan bahan

  • Kreativitas dalam desain

MATERI AJAR, JUMAT 28 NOVEMBER 2025

  MATERI AJAR JUMAT, 28 NOVEMBER 2025   Hari/tanggal              :  Jumat, 28 November 2025 Fase/Kelas                 : C/VI  Materi Muata...