Thursday, 29 January 2026

MATERI AJAR KAMIS , 29 JANUARI 2026

 Hari/tanggal : Kamis, 29 Januari 2026

Kelas : VI Abbas Ibnu Firnas



Materi Muatan Pelajaran
1. Matematika :  Membaca dan membuat Denah
2. Pancasila : Keragaman Budaya

3. Seni Rupa              : BAB 5 Mahir Menggambar


Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran : 
 Menjelaskan makna keragaman budaya 
Capaian pembelajaran:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari. 


SENI RUPA

Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain. Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan prinsip proporsi.



Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
Matematika

Materi denah kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 terutama berfokus pada Sistem Koordinat Cartesius untuk menentukan posisi benda (tempat duduk siswa) dengan sumbu X (mendatar) dan Y (tegak) serta unsur-unsur denah seperti arah mata angin dan keterangan, yang diajarkan dalam konteks matematika, seringkali diintegrasikan dengan tema seperti masyarakat sehat atau kepemimpinan di Kurikulum Merdeka, dengan tujuan siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual. 

Konsep Utama Materi Denah Kelas 6
  1. Pengertian Denah:
    • Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
    • Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
  2. Unsur-Unsur Denah:
    • Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
    • Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
    • Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
    • Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
  3. Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):
    • Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
    • Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
    • Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
  4. Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:
    • Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
    • Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
    • Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket). 
Contoh Penerapan (Soal Latihan)
  • Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
  • Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara. 
Pendidikan Pancasila

menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama. 

Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama. 
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu. 


SENI RUPA

MATERI SENI BUDAYA KELAS VI

MAHIR MENGGAMBAR: KONSEP DASAR SENI MENGGAMBAR

(Prinsip Proporsi)


A. Pengertian Seni Menggambar

Seni menggambar adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan, atau perasaan ke dalam bentuk gambar menggunakan alat tertentu, seperti pensil, krayon, spidol, atau cat.

Menggambar tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang ketepatan bentuk, ukuran, dan perbandingan.


B. Pengertian Prinsip Proporsi

Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian dalam sebuah gambar agar terlihat seimbang, wajar, dan serasi.

Dengan proporsi yang tepat, gambar akan tampak:

  • Lebih nyata

  • Tidak terlalu besar atau kecil

  • Enak dipandang


C. Tujuan Menggunakan Proporsi dalam Menggambar

Prinsip proporsi digunakan untuk:

  • Menyesuaikan ukuran bagian gambar

  • Membuat gambar tampak realistis

  • Menjaga keseimbangan bentuk

  • Menghindari kesan janggal pada gambar


D. Contoh Penerapan Prinsip Proporsi

1. Proporsi Tubuh Manusia

Dalam menggambar manusia:

  • Kepala tidak terlalu besar atau kecil

  • Badan lebih panjang dari kepala

  • Tangan dan kaki seimbang dengan tubuh

Contoh sederhana:

  • Tinggi badan ± 6–7 kali tinggi kepala


2. Proporsi Hewan

  • Kepala, badan, dan kaki digambar sesuai ukuran aslinya

  • Kaki tidak terlalu pendek atau terlalu panjang


3. Proporsi Benda

  • Ukuran pintu lebih kecil dari dinding rumah

  • Roda sepeda lebih kecil dari badan sepeda


E. Langkah-langkah Menggambar dengan Proporsi yang Tepat

  1. Menentukan objek yang akan digambar

  2. Membuat sketsa ringan terlebih dahulu

  3. Menentukan ukuran tiap bagian

  4. Membandingkan ukuran satu bagian dengan bagian lainnya

  5. Menyempurnakan gambar


F. Alat dan Bahan Menggambar

  • Pensil

  • Penghapus

  • Penggaris (untuk membantu perbandingan)

  • Kertas gambar

  • Pewarna (krayon, spidol, atau cat air)


G. Contoh Kesalahan Proporsi

  • Kepala terlalu besar dibandingkan badan

  • Tangan terlalu panjang

  • Pintu rumah lebih besar dari dinding

  • Ban mobil lebih besar dari badan mobil


H. Kesimpulan

Prinsip proporsi sangat penting dalam seni menggambar. Dengan memahami dan menerapkan proporsi, murid dapat menghasilkan gambar yang seimbang, indah, dan sesuai kenyataan.


LATIHAN PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Proporsi dalam menggambar berarti …
    a. Warna gambar
    b. Perbandingan ukuran bagian gambar
    c. Alat menggambar
    d. Keindahan gambar

  2. Tujuan utama penggunaan proporsi adalah agar gambar terlihat …
    a. Gelap
    b. Unik
    c. Seimbang dan wajar
    d. Rumit

  3. Dalam menggambar manusia, bagian tubuh yang biasanya dijadikan patokan ukuran adalah …
    a. Tangan
    b. Kaki
    c. Kepala
    d. Leher

  4. Jika kepala digambar terlalu besar, maka gambar akan terlihat …
    a. Indah
    b. Realistis
    c. Janggal
    d. Berwarna

  5. Sebelum menggambar secara detail, sebaiknya membuat …
    a. Pewarnaan
    b. Sketsa
    c. Bingkai
    d. Hiasan


B. Isian Singkat

  1. Proporsi membantu gambar agar terlihat lebih __________.

  2. Tinggi badan manusia biasanya sekitar ____ kali tinggi kepala.


C. Uraian Singkat

  1. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan proporsi!

  2. Sebutkan dua contoh kesalahan proporsi dalam menggambar!


KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda

  1. b

  2. c

  3. c

  4. c

  5. b

Isian

  1. seimbang / wajar

  2. 6–7

Uraian (contoh jawaban)

  1. Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian-bagian gambar agar terlihat seimbang dan sesuai kenyataan.

  2. Kepala terlalu besar dibandingkan badan, tangan terlalu panjang dibandingkan tubuh.


Demikian pembelajaran pada hari ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa belajar dirumah dan sholat lima waktu ya... 

Wassalamualaikum wr.wb




Demikian pembelajaran hari ini. Jangan lupa diulang kembali dirumah. 
Wassalamuaikum wr. wb. 

Wednesday, 28 January 2026

MATERI AJAR RABU, 28 JANUARI 2026

 Hari/tanggal         :  Rabu,  28 Januari 2026

Kelas                      : VI Abbas Ibnu Firnas


Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia                 : Bab  Anak-Anak yang Mengubah Dunia

Matematika                 : Sistem Koordinat (Membaca dan                                                       Membuat Denah Letak Benda)

Bahasa Indonesia

Capaian Pembelajaran: 

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran: 

Murid dapat :

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

· Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

· Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan

MATEMATIKA 

Capaian Pembelajjaran: 

Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.)

Tujuan Pembelajaran : 

·         Dengan mengenali arah mata angin, peserta didik dapat menentukan lokasi benda .



Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini!







ada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menyimak Transkrip Pidato Greta Thurnberg. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.


Aktivis iklim, Greta Thunberg, usia 16 tahun berbicara di depan KTT Aksi Iklim di Kota New York City hari Senin. Ini adalah terjemahan transkrip penuh pidato Greta, dimulai dengan responsnya ketika dia ditanya tentang pesan yang ingin dia sampaikan kepada pemimpin-pemimpin dunia. 

Pesan saya untuk Anda semua adalah kami akan terus mengawasi Anda.
Situasi ini salah. Tidak seharusnya saya berada di atas panggung ini. Seharusnya saya berada di sekolah, di suatu tempat di seberang samudra. Namun, Anda  semua datang kepada kami anak-anak muda untuk menitipkan harapan. Beraninya, Anda!

Anda semua telah mencuri impian dan masa kecil saya dengan omong kosong. Namun saya masih bisa dibilang beruntung. Orang-orang lain menderita dan  sekarat. Seluruh ekosistem mulai runtuh. Kita berada di ambang kepunahan massal dan Anda terus saja berbicara tentang uang dan dongeng tentang pertumbuhan ekonomi. Beraninya Anda!

Selama lebih dari tiga puluh tahun, ilmu pengetahuan sudah sangat jelas. Beraninya Anda terus membuang muka dan datang kemari untuk mengatakan bahwa Anda sudah cukup berusaha. Padahal masih belum ada kebijakan politik dan jalan keluar.

Anda bilang Anda mendengar keluhan kami dan memahami gentingnya situasi ini. Namun, tak peduli betapa sedih dan marahnya saya saat ini, saya tidak percaya. Karena jika Anda benar-benar memahami situasi ini dan belum mengambil tindakan, berarti Anda semua sangat jahat. Dan saya menolak berpikir demikian

Dan seterusnya......
Greta Thunberg
Diskusikan dengan teman dan guru kalian tentang pendapat Greta dalam pidatonya tersebut. Buatlah kelompok untuk berdiskusi lalu presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas. Gunakan pertanyaan ini sebagai panduan.

1. Mengapa Greta marah kepada pemimpin dunia?
Para pemimpin dunia dianggap gagal mengatasi masalah perubahan iklim
2. Apa pentingnya mengurangi emisi karbon?
Pengurangan emisi karbon untuk mengurangi resiko perubahan Iklim
3. Mengapa jutaan anak sekolah ikut membolos setiap hari Jumat dan mendukung aksi Greta?
Jutaan pelajar di berbagai negara di dunia terinspirasi oleh Greta dan meninggalkan kelas mereka untuk mengacungkan poster-poster sarat pesan lingkungan.
4. Apa yang terjadi kalau pemimpin dunia tidak melakukan apa-apa terkait perubahan iklim?
Jika para pemimpin dunia tidak segera bergerak untuk mengantisipasi perubahan iklim, maka peradaban dunia akan hilang
5. Bagaimana caramu mewujudkan cita-cita Greta melalui lingkungan di sekitarmu?
Cara sederhana yang bisa saya lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim adalah :mengurangi penggunaan listrik dan air, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, mengurangi konsumsi daging serta menanam pohon dan memelihara taman sekolah.

Demikian pembahasan mengenai Menyimak Transkrip Pidato Greta Thurnberg. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud
Konsep Utama Materi Denah Kelas 6
  1. Pengertian Denah:
    • Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
    • Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
  2. Unsur-Unsur Denah:
    • Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
    • Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
    • Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
    • Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
  3. Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):
    • Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
    • Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
    • Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
  4. Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:
    • Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
    • Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
    • Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket). 
Contoh Penerapan (Soal Latihan)
  • Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
  • Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara. 


Tuesday, 27 January 2026

MATERI AJAR SELASA 27 JANUARI 2026

 Hari/tanggal              :  Selasa, 27 Januari 2026

Kelas                          : VI Abbas Ibnu Firnas


Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia                : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia

IPAS                           : Bumi, Matahari dan Bulan

Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran: 

Murid  mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran: 

Murid dapat :

·         Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

·         Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

·         Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

·         Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi

CP IPAS

Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menjelaskan ciri-ciri bumi, matahari dan bulan dengan tepat.

 


Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini!

BAHASA INDONESIA

 Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Menulis Naskah Pidato. Tujuan pembelajaran kali ini adalah menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.


Pidato merupakan aktivitas berbicara di depan umum yang dilakukan untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran mengenai suatu topik. Dengan demikian, teks pidato adalah sebuah teks yang berisi gagasan, pendapat, dan pengetahuan terhadap suatu topik yang nantinya akan disampaikan di depan umum.

Masih ingatkah dengan gagasan-gagasan yang kalian catat dalam peta berpikir untuk menanggulangi sampah plastik di awal bab ini? Kali ini kita akan menuliskan gagasan tersebut sebagai naskah pidato.
Sampah Plastik
Tujuan dari pidato ini adalah untuk mengajak teman-teman sekolah dan masyarakat umum agar menyetujui gagasan kalian dan mewujudkannya dalam aksi nyata. Supaya maksud pidato kalian dapat diterima dengan baik, pilihlah kata dengan cermat, tidak bertele-tele, dan mencakup seluruh pokok gagasan kalian.

Struktur Teks Pidato
  1. Salam pembuka, contoh: Selamat pagi, assalamualaikum, merdeka!
  2. Pendahuluan, berisi tema umum dari bahasan yang akan disampaikan.
  3. Inti teks pidato, berisi gagasan-gagasan yang ingin disampaikan. Misalnya Ide 1, beserta argumen pendukung, Ide 2, beserta argumen pendukung , dan Ide 3, beserta argumen pendukung
  4. Penutup, berisi kesimpulan, bisa ditambah ajakan.
  5. Salam penutup, berisi ucapan terima kasih dan salam, misalnya selamat pagi, wassalamualaikum, merdeka

Contoh Pidato
Selamat pagi, Bapak/Ibu Guru yang kami hormati dan teman-teman yang saya banggakan,

Indonesia memiliki berbagai kekayaan alam yang menjadi sumber kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, kita patut bersyukur dan berbangga dengan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa kita. 

Laut Indonesia kaya akan sumber daya alam kelautan, termasuk ikan, udang, kerang, rumput laut, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam penangkapan ikan dan budidaya perikanan, yang menjadi sumber penting bagi perekonomian negara ini.

Namun, apakah kekayaan laut ini akan terus lestari? Kita semua pasti menginginkan agar tetap dapat hidup aman, nyaman, bebas dari ancaman kerusakan alam. Apakah kebiasaan kita sehari-hari berakibat baik pada alam atau justru mengakibatkan kerusakan alam?

Seperti kata bijak dari Bunda Teresa : "Kita merasa apa yang kita lakukan tak lebih hanya ibarat setetes air di lautan. Tetapi lautan itu sendiri merasa kurang tanpa adanya tetesan yang hilang itu". Mari bersama menjaga laut dari perubahan iklim untuk masa depan bersama. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga dan melestarikan laut, diantaranya adalah:

Pertama adalah menyediakan tempat sampah. Penyediaan tempat sampah ini ditujukan kepada masyarakat supaya lebih melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan pantai. Penyediaan tempat sampah ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak membuang sampah sembarangan sehingga menjadikan lingkungan pantai kotor.

Kedua adalah dengan mendenda orang yang membuang sampah sembarangan. Denda ditekankan pada tujuannya, yakni untuk mencegah agar orang tidak membuang sampah sembarangan. Berkurangnya kebiasaan membuang sampah di laut tentu membantu menjaga kelestarian laut.

Ketiga adalah melakukan bersih-bersih pantai secara rutin. Kegiatan bersih-bersih pantai dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat dapat belajar tentang dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan laut.

Keempat adalah mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Sampah plastik termasuk jenis sampah yang sulit terurai, sehingga bisa menumpuk dalam waktu lama. Maka dari itu, mamfaat mengurangi sampah plastik salah satunya agar keseimbangan ekosistem bisa terjaga.

Kelima adalah menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recylce). Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengelola sampah. Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga pidato singkat ini dapat  menggugah kesadaran kita semua untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik  yang bisa berarti besar bagi kelestarian bumi kita tercinta.

Selamat pagi 

Demikian pembahasan mengenai Menulis Naskah Pidato. Semoga tulisan ini bermanfaat. 

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemendikbud

 IPAS
Sistem Tata Surya, yaitu Matahari (bintang pusat) dan benda-benda langit pengorbitnya (planet, satelit, asteroid, komet), menjelaskan gerakan rotasi dan revolusi Bumi, peran gravitasi, serta karakteristik planet-planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) dan galaksi Bima Sakti. Siswa akan belajar tentang benda langit seperti bintang, planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet, serta teknologi antariksa dan penjelajahan Mars. 
1. Sistem Tata Surya
  • Pusat: Matahari, bintang raksasa gas yang menjadi pusat gravitasi.
  • Anggota: 8 planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), satelit alami (bulan), asteroid, komet, meteoroid.
  • Galaksi: Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti.
Benda-benda Langit
  • Bintang: Bola gas panas bersinar sendiri (Contoh: Matahari).
  • Planet: Benda langit berukuran besar mengorbit bintang. Dibagi planet dalam (berbatu) dan planet luar (gas).
  • Bulan: Satelit alami yang mengorbit planet.
  • Asteroid: Batu-batuan di sabuk asteroid (antara Mars & Jupiter).
  • Komet: Bintang berekor (es, debu, batuan).
  • Meteoroid: Pecahan asteroid kecil. 
3. Gerakan Bumi dan Bulan
  • Rotasi Bumi: Perputaran Bumi pada porosnya (24 jam) menyebabkan siang-malam.
  • Revolusi Bumi: Perputaran Bumi mengelilingi Matahari (365,25 hari) menyebabkan tahun dan musim.
  • Rotasi & Revolusi Bulan: Waktu rotasi dan revolusi Bulan sama (27 hari), sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan. 
  • 4. Gaya Gravitasi
    • Gaya tarik menarik antar benda bermassa. Matahari punya gravitasi terbesar di tata surya.
    • Gravitasi Matahari menjaga planet tetap di orbitnya. 
    5. Teknologi dan Penjelajahan Antariksa
    • Satelit buatan manusia untuk komunikasi, cuaca, dll..
    • Misi penjelajahan Mars (rover: Sojourner, Curiosity, dll.) untuk mencari air dan tanda kehidupan. 
Karakteristik Planet (Contoh)
  • Bumi: Satu-satunya planet dengan air cair dan kehidupan, punya 1 bulan.
  • Mars: Planet merah, mirip Bumi, menjadi target penjelajahan.
  • Jupiter: Planet terbesar, gas.
  • Saturnus: Terkenal dengan cincinnya. 

MATERI AJAR KAMIS , 29 JANUARI 2026

  Hari/tanggal : Kamis, 29 Januari 2026 Kelas : VI Abbas Ibnu Firnas Materi Muatan Pelajaran 1. Matematika :  Membaca dan membuat Denah 2. P...