Wednesday, 2 September 2026

MATERI AJAR KAMIS 3 SEPTEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

 IDENTITAS

Nama Guru            : Istni Etty, S.Pd.

Mapel                     : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal        : Kamis / 3 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zaid Bin Tsabit

Materi                     : Mengenal Makna Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Pertemuan             : 12


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

📰 Mengenal Makna Kalimat Berita (Kalimat S-P-O)

Bahasa Indonesia • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

📝 Kalimat Berita🔤 Subjek-Predikat-Objek
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Menulis & Berbicara dan Mempresentasikan – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menulis teks deskripsi, narasi, dan lainnya dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang berbagai topik, termasuk kalimat berita (kalimat pernyataan) dengan struktur Subjek-Predikat-Objek (S-P-O) yang tepat. Peserta didik mampu memahami makna kalimat berita sebagai kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, serta menggunakannya dalam komunikasi lisan maupun tulisan sehari-hari.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna kalimat berita.
✍️TP UMUM
Murid dapat menuliskan contoh kalimat berita (kalimat S-P-O).
💬MEANINGFUL
Melalui pengamatan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah, peserta didik mampu menyusun kalimat berita dengan struktur S-P-O yang sesuai konteks.
📢MEANINGFUL
Peserta didik mampu menjelaskan fungsi kalimat berita sebagai kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta kepada orang lain.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan mengamati kalimat dengan saksama, peserta didik mampu mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam sebuah kalimat dengan teliti.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu memeriksa kembali struktur (S-P-O) dan tanda titik pada kalimat berita yang ditulisnya.
😄JOYFUL
Melalui permainan menyusun kartu kata menjadi kalimat berita, peserta didik mampu berlatih dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran mengamati (mindful), pemahaman makna, penulisan contoh kalimat (TP umum), hingga penerapannya secara bermakna dan menyenangkan:

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati contoh-contoh kalimat dengan saksama untuk mengidentifikasi bagian Subjek, Predikat, dan Objek.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna kalimat berita. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan fungsi kalimat berita sebagai penyampai informasi atau fakta kepada orang lain.
3.4TP UMUM Peserta didik menuliskan contoh kalimat berita (kalimat S-P-O). ← inti materi
3.5MEANINGFUL Peserta didik menyusun kalimat berita S-P-O berdasarkan kejadian sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.6MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali struktur S-P-O dan tanda titik pada kalimat berita yang ditulisnya.
3.7JOYFUL Peserta didik berlatih menyusun kartu kata menjadi kalimat berita melalui permainan kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis komunikatif dan kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
🔍Discovery Learning – siswa menemukan sendiri pola S-P-O melalui contoh kalimat yang diamati.
🧑‍🏫Demonstrasi – guru mencontohkan cara menyusun kalimat berita dengan struktur S-P-O yang tepat.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan bagian S-P-O dari kalimat-kalimat contoh.
🎲Permainan Kartu Kata – siswa menyusun kartu kata acak menjadi kalimat berita yang benar untuk mendukung unsur joyful.
📝Penugasan – latihan menulis kalimat berita secara mandiri berdasarkan kejadian sehari-hari.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan lisan dan kemampuan berbahasa pada diri kita, agar kita bisa menyampaikan informasi dan kabar kepada sesama.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki berupa ilmu dan kabar baik yang bisa kita bagikan kepada orang lain melalui kalimat yang jelas dan benar.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi dan teratur, termasuk aturan menyusun kalimat agar mudah dipahami.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan lisan kita agar mampu menyampaikan informasi kepada orang lain. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa ilmu dan kabar baik yang bisa kita bagikan. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi, kalimat berita pun harus disusun dengan urutan yang benar, yaitu Subjek-Predikat-Objek (S-P-O), agar mudah dipahami orang lain.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan lisan dan kemampuan berbicara pada kita. Menurutmu, mengapa penting bagi kita menyampaikan informasi dengan jelas dan benar kepada orang lain?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki berupa kabar baik yang bisa kita bagikan. Bagaimana perasaanmu ketika kamu menyampaikan kabar baik, misalnya nilai bagus, kepada orang tuamu?
  3. Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu dengan susunan yang rapi. Menurutmu, mengapa kalimat berita juga harus disusun dengan urutan yang benar (Subjek-Predikat-Objek) agar mudah dipahami?
6Yuk, Ingat Lagi! (Kalimat Tanya)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?).B / S
2.Kata tanya "siapa" digunakan untuk menanyakan tempat.B / S
3.Kata tanya "mengapa" digunakan untuk menanyakan alasan.B / S
4.Kata tanya "kapan" digunakan untuk menanyakan jumlah.B / S
5.Kalimat tanya diucapkan dengan intonasi naik di akhir kalimat.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah ("siapa" untuk orang)   3. Benar   4. Salah ("kapan" untuk waktu)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Kalimat Berita (S-P-O)

📰 A. Apa itu Kalimat Berita?

Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan untuk menyampaikan informasi, kejadian, atau fakta kepada orang lain. Kalimat berita diakhiri dengan tanda titik (.) dan diucapkan dengan intonasi datar atau menurun di akhir kalimat.

Contoh sehari-hari: Saat kamu ingin memberi tahu ibumu bahwa kamu sudah selesai mengerjakan PR, kamu akan berkata: "Aku sudah mengerjakan PR."

🔤 B. Struktur Kalimat Berita: Subjek-Predikat-Objek (S-P-O)

SUBJEKAdik
PREDIKATmembaca
OBJEKbuku

Subjek (S) = pelaku/yang dibicarakan  |  Predikat (P) = kata kerja/aktivitas  |  Objek (O) = yang dikenai perbuatan

Contoh sehari-hari:
• Ibu memasak nasi. (S: Ibu, P: memasak, O: nasi)
• Ayah mencuci mobil. (S: Ayah, P: mencuci, O: mobil)
• Kakak menyapu halaman. (S: Kakak, P: menyapu, O: halaman)

✍️ C. Langkah Membuat Kalimat Berita

1Tentukan Subjek (siapa/apa yang melakukan).
2Tentukan Predikat (kegiatan/perbuatan yang dilakukan).
3Tentukan Objek (yang dikenai perbuatan tersebut).
4Susun secara berurutan S-P-O, gunakan huruf kapital di awal, dan akhiri dengan tanda titik (.).
📰 🗣️ ✏️ 📖 🏡
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Kalimat berita selalu diakhiri dengan tanda ....

A. titik (.)

B. tanya (?)

C. seru (!)

D. koma (,)

MUDAH

2. Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku disebut ....

A. predikat

B. subjek

C. objek

D. keterangan

MUDAH

3. Pada kalimat "Adik membaca buku", kata "membaca" berfungsi sebagai ....

A. subjek

B. objek

C. predikat

D. keterangan

SEDANG

4. Pada kalimat "Ibu memasak nasi", yang menjadi objek adalah ....

A. Ibu

B. memasak

C. tidak ada

D. nasi

SEDANG

5. Kalimat berikut yang termasuk kalimat berita adalah ....

A. Ayah membaca koran.

B. Siapa nama temanmu?

C. Tolong ambilkan buku itu!

D. Berapa harga buku ini?

SEDANG

6. Susunan kalimat berita yang benar berdasarkan pola S-P-O adalah ....

A. Predikat-Subjek-Objek

B. Subjek-Predikat-Objek

C. Objek-Predikat-Subjek

D. Predikat-Objek-Subjek

SEDANG

7. Kata-kata "menyiram - Kakak - bunga" jika disusun menjadi kalimat berita yang benar adalah ....

A. Menyiram kakak bunga.

B. Bunga menyiram kakak.

C. Kakak menyiram bunga.

D. Kakak bunga menyiram.

SUKAR

8. Perhatikan kalimat: "Nelayan menangkap ikan di laut." Subjek, predikat, dan objek pada kalimat tersebut secara berurutan adalah ....

A. Ikan - menangkap - nelayan

B. Menangkap - nelayan - ikan

C. Laut - menangkap - ikan

D. Nelayan - menangkap - ikan

SUKAR

9. Rani ingin menceritakan bahwa ia melihat kakaknya memberi makan kucing. Kalimat berita yang tepat dan sesuai pola S-P-O adalah ....

A. Kakak memberi makan kucing.

B. Memberi makan kucing kakak.

C. Kucing memberi makan kakak.

D. Makan kucing memberi kakak.

SUKAR

10. Perhatikan kalimat: "Andi menulis surat untuk sahabatnya." Manakah objek dari kalimat tersebut?

A. Andi

B. surat

C. menulis

D. sahabatnya

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan pentingnya menyampaikan informasi dengan benar.
  • Kegiatan mengamati kalimat dengan saksama untuk menemukan bagian S-P-O melatih fokus dan ketelitian siswa.
  • Memeriksa kembali struktur dan tanda titik pada kalimat yang ditulis melatih kesadaran diri siswa sebelum menyelesaikan tugas.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Kalimat berita dikaitkan dengan kebiasaan siswa menyampaikan kabar atau kejadian sehari-hari kepada orang tua dan guru.
  • Contoh kalimat S-P-O diambil dari aktivitas nyata di rumah dan sekolah, seperti memasak, mencuci, dan menyapu.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran memberi variasi visual dan audio agar siswa lebih mudah memahami konsep S-P-O.
  • Permainan menyusun kartu kata menjadi kalimat berita membuat siswa antusias berlatih bersama teman.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa kalimat berita adalah kalimat yang menyampaikan informasi atau fakta, diakhiri dengan tanda titik (.), dan tersusun atas Subjek-Predikat-Objek (S-P-O). Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan lisan kita untuk berbicara, mari kita gunakan kemampuan ini untuk menyampaikan kabar dan informasi yang benar dan jelas, tersusun rapi seperti Allah Al-Malik mengatur segala sesuatu di alam semesta. 🌟
Refleksi : 

Tuesday, 1 September 2026

MATERI AJAR HARI RABU, 2 SETEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

  IDENTITAS

Nama Guru            : Istni Etty, S.Pd.

Mapel                     : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal        : Rabu / 2 September 2026

Fase / Kelas           : A / 2 Zaid Bin Tsabit

Materi                     : Makna hidup rukun di lingkungan (Penerapan Sila Pancasila)

Pertemuan             : 7


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🤝 Makna Hidup Rukun di Lingkungan

Pendidikan Pancasila • Kelas 2 • Kurikulum Merdeka

🕊️ Hidup Rukun🇮🇩 Sila Pancasila🏡 Lingkungan Sekitar
1Capaian Pembelajaran (CP)
Elemen: Pancasila – Fase A (Kelas I dan II)

Pada akhir Fase A, peserta didik mengenal dan menceritakan simbol serta bunyi sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila — seperti sikap saling menghargai, bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun — dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan, sesuai dengan perannya sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.

2Tujuan Pembelajaran
🎯TP UMUM
Murid dapat memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat).
🤝MEANINGFUL
Melalui cerita dan pengalaman sehari-hari, peserta didik mampu mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
🗣️MEANINGFUL
Peserta didik mampu menceritakan pengalaman hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
🧘MINDFUL
Melalui kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang, peserta didik mampu menyadari perasaannya sendiri ketika hidup rukun maupun ketika bertengkar dengan orang lain.
🔍MINDFUL
Peserta didik mampu merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
😄JOYFUL
Melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan sikap hidup rukun dengan gembira dan penuh semangat.
3Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Berikut alur pencapaian Tujuan Pembelajaran di atas, mulai dari kesadaran diri (mindful), pemahaman makna (meaningful), hingga penerapannya secara nyata dan menyenangkan (joyful):

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik menyimak cerita/situasi hidup rukun dan tidak rukun dengan tenang, lalu menyadari perasaannya sendiri terhadap kedua situasi tersebut.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami makna hidup rukun di lingkungan (rumah, sekolah, dan masyarakat). ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik mengaitkan sikap hidup rukun dengan penerapan sila-sila Pancasila di lingkungan sekitarnya.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menceritakan pengalaman pribadi hidup rukun bersama keluarga, teman, dan tetangga.
3.5MINDFUL Peserta didik merefleksikan sikapnya sehari-hari, apakah sudah mencerminkan hidup rukun sesuai nilai Pancasila.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan sikap hidup rukun melalui permainan peran (role play) dan diskusi kelompok dengan gembira.
4Model & Metode Pembelajaran
🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Value Clarification Technique (VCT) untuk penanaman nilai, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.
📖Storytelling – guru bercerita tentang situasi hidup rukun dan tidak rukun sebagai bahan refleksi siswa.
💬Tanya Jawab & Diskusi Kelompok – siswa mendiskusikan contoh sikap rukun dan mengaitkannya dengan sila Pancasila.
🎭Bermain Peran (Role Play) – siswa memerankan situasi rukun/tidak rukun untuk memahami dampaknya secara langsung.
🧑‍🏫Value Clarification Technique (VCT) – siswa diajak mengklarifikasi nilai baik-buruk suatu sikap melalui pertanyaan reflektif.
📝Penugasan – siswa menuliskan/menceritakan pengalaman hidup rukun di rumah dan sekolah.

5Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah
الْخَالِق
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan suku, agama, dan sifat yang berbeda-beda, agar kita saling mengenal dan hidup berdampingan dengan rukun.

الرَّزَّاق
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Kita pun harus saling berbagi dan tidak pilih-pilih teman.

الْمَلِك
Al-Malik (Yang Maha Merajai/Menguasai)

Allah mengatur seluruh alam dengan tertib dan damai. Negara kita pun diatur dengan Pancasila agar tercipta kehidupan yang rukun dan tertib.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini

Allah Al-Khaliq menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, bukan untuk saling bermusuhan. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa membeda-bedakan, maka kita pun harus berbagi dan hidup rukun dengan siapa saja. Dan seperti Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai dan teratur, bangsa Indonesia pun diatur dengan Pancasila agar seluruh rakyatnya bisa hidup rukun.

🤔 Pertanyaan Perenungan:
  1. Allah Al-Khaliq menciptakan manusia berbeda-beda suku dan agama. Menurutmu, mengapa perbedaan itu seharusnya membuat kita semakin rukun, bukan malah bermusuhan?
  2. Allah Ar-Razzaq memberi rezeki kepada semua orang tanpa pilih kasih. Bagaimana perasaanmu jika ada temanmu yang dikucilkan atau tidak diajak bermain karena berbeda?
  3. Allah Al-Malik mengatur alam semesta dengan damai. Menurutmu, apa yang akan terjadi pada keluarga, kelas, atau negara kita jika semua orang tidak mau hidup rukun?
6Yuk, Ingat Lagi! (Penerapan Sila Pancasila di Rumah)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

1.Berdoa sebelum makan adalah penerapan sila pertama Pancasila.B / S
2.Bertengkar dengan adik di rumah adalah contoh penerapan sila kedua Pancasila.B / S
3.Membantu ibu membereskan rumah adalah bentuk penerapan sila kedua Pancasila.B / S
4.Bermusyawarah menentukan acara keluarga adalah penerapan sila kelima Pancasila.B / S
5.Menghormati pendapat anggota keluarga saat berdiskusi adalah penerapan sila keempat Pancasila.B / S
✅ Kunci Jawaban Review:

1. Benar   2. Salah (bertengkar bukan penerapan Pancasila)   3. Benar   4. Salah (musyawarah termasuk sila keempat)   5. Benar

7Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!

8Ayo Belajar: Hidup Rukun sebagai Penerapan Pancasila

🤝 A. Apa itu Hidup Rukun?

Hidup rukun artinya hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu dengan orang lain, tanpa bertengkar atau bermusuhan. Hidup rukun bisa kita terapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Contoh sehari-hari: Bermain bersama teman tanpa berebut mainan, membantu adik mengerjakan tugas, dan tidak mengejek teman yang berbeda suku atau agama.

🇮🇩 B. Hidup Rukun sebagai Penerapan Sila-Sila Pancasila

Sila 1 – Menghormati teman yang sedang beribadah, tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Sila 2 – Saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakan teman.
Sila 3 – Bermain bersama tanpa membeda-bedakan suku, daerah, atau bahasa.
Sila 4 – Bermusyawarah saat ada perbedaan pendapat, misalnya memilih ketua kelas.
Sila 5 – Berbagi bekal atau alat tulis dengan teman yang membutuhkan.
Contoh sehari-hari: Saat Rian dan Made yang berbeda agama tetap bermain bersama dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing, itu adalah bentuk hidup rukun yang sesuai dengan nilai Pancasila.
🤝 🏡 🏫 🕌 ⛪
9Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)
MUDAH

1. Hidup rukun artinya hidup ....

A. damai dan saling menghargai

B. bertengkar terus-menerus

C. saling bermusuhan

D. sendiri tanpa teman

MUDAH

2. Contoh hidup rukun di rumah adalah ....

A. bertengkar dengan adik

B. saling membantu pekerjaan rumah

C. tidak mau berbagi mainan

D. mengejek anggota keluarga

MUDAH

3. Hidup rukun sebaiknya diterapkan di ....

A. rumah saja

B. sekolah saja

C. rumah, sekolah, dan masyarakat

D. tidak perlu diterapkan

SEDANG

4. Bermain bersama teman tanpa membeda-bedakan suku atau daerah asal adalah penerapan sila ke ....

A. 1

B. 2

C. 4

D. 3

SEDANG

5. Ketika teman sedang beribadah sesuai agamanya, sikap yang tepat adalah ....

A. menghormatinya

B. mengganggunya

C. menertawakannya

D. memaksanya berhenti

SEDANG

6. Musyawarah untuk memilih ketua kelas adalah contoh penerapan sila ke ....

A. 2

B. 4

C. 3

D. 5

SEDANG

7. Berbagi bekal makanan dengan teman yang tidak membawa bekal adalah contoh sikap adil sesuai sila ke ....

A. 4

B. 3

C. 5

D. 1

SUKAR

8. Rian dan Made berbeda agama, namun mereka tetap bermain bersama dengan rukun dan saling menghormati waktu ibadah masing-masing. Sikap mereka mencerminkan penerapan sila ....

A. kelima

B. keempat

C. ketiga

D. pertama

SUKAR

9. Saat ada perbedaan pendapat dalam kelompok kerja kelas, sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila keempat adalah ....

A. bermusyawarah untuk mencapai mufakat

B. memaksakan pendapat sendiri

C. langsung marah dan pergi

D. mengabaikan pendapat teman

SUKAR

10. Ada teman baru pindahan dari luar daerah dengan bahasa daerah yang berbeda. Sikap yang mencerminkan hidup rukun sesuai sila ketiga adalah ....

A. mengucilkannya karena berbeda

B. merangkulnya dan berteman dengannya

C. menertawakan logat bicaranya

D. membiarkannya sendirian

Kunci Jawaban
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
10Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

  • Mengenal Asmaul Husna Al-Khaliq, Ar-Razzaq, dan Al-Malik di awal pembelajaran melatih siswa hadir sepenuhnya dan merenungkan makna keberagaman dan kerukunan.
  • Kegiatan merenung dan menyimak cerita dengan tenang melatih siswa menyadari perasaannya sendiri saat rukun maupun saat bertengkar.

🎯 Meaningful (Bermakna)

  • Contoh hidup rukun dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa: bermain dengan teman beda suku/agama, berbagi bekal, dan bermusyawarah memilih ketua kelas.
  • Setiap sikap rukun dikaitkan langsung dengan sila Pancasila, sehingga siswa memahami bahwa nilai Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi bisa dipraktikkan setiap hari.

😄 Joyful (Menyenangkan)

  • Video pembelajaran dan bermain peran (role play) membuat siswa lebih mudah memahami dampak hidup rukun secara langsung dan menyenangkan.
  • Diskusi kelompok dan latihan soal bertingkat membuat siswa antusias dan tertantang tanpa merasa tertekan.
11Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa hidup rukun berarti hidup damai, saling menghargai, dan saling membantu di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Hidup rukun adalah wujud nyata penerapan kelima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Allah Al-Khaliq yang menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal, Allah Ar-Razzaq yang memberi rezeki tanpa membeda-bedakan, dan Allah Al-Malik yang mengatur alam semesta dengan damai, mari kita jaga kerukunan di mana pun kita berada. 🌟
Refleksi : 

MATERI AJAR SELASA 1 SEPTEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

Identitas

Nama Guru        : Istni Etty, S.Pd.

Hari/ Tanggal      : Selasa/ 1 September 2026

Fase/Kelas           : A/Kelas 2 Zaid Bin Tsabit

Mata Pelajaran   : Matematika

Materi                  : Bab 2 Mengenal Dasar Pengurangan: Sisa atau Selisih

Pertemuan ke       : 3


➖ Mengenal Pengurangan: Sisa dan Selisih 🍎

Matematika • Kelas 2 SD • Fase A

🎯 Capaian Pembelajaran

Elemen Bilangan: Murid memiliki pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret.

Elemen Aljabar: Murid memahami makna simbol matematika "=" dalam kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.

📌 Tujuan Pembelajaran Umum

Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 50; menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam kalimat matematika terkait penjumlahan dan pengurangan; menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

🌱 Tujuan Pembelajaran

1. (Mindful) Melalui pengamatan benda konkret di sekitar kelas (pensil, kelereng, buah), murid mampu membedakan makna "sisa" dan "selisih" dalam pengurangan dengan penuh perhatian dan kesadaran terhadap jumlah benda yang diamati.

2. (Meaningful) Melalui kegiatan bercerita dan praktik langsung menggunakan benda nyata (koin, buah, alat tulis), murid mampu menuliskan kalimat pengurangan yang bermakna dan berkaitan dengan pengalaman sehari-hari.

3. (Joyful) Melalui permainan kelompok "Cari Selisih" dan "Hitung Sisa", murid mampu menyelesaikan soal pengurangan sederhana dengan rasa senang, percaya diri, dan semangat kerja sama.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Memahami Konseptual — Murid mengamati dan membandingkan kumpulan benda konkret untuk memahami makna "sisa" (hasil pengambilan sebagian benda) dan "selisih" (hasil perbandingan dua kumpulan benda).

2. Memahami Prosedural — Murid berlatih menuliskan kalimat matematika pengurangan (a − b = c) berdasarkan situasi benda konkret yang telah diamati.

3. Mengaplikasi — Murid menyelesaikan soal cerita sederhana tentang pengurangan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti uang jajan, buah-buahan, dan mainan.

4. Merefleksi — Murid menuliskan pengalaman belajar, kesulitan yang ditemukan, serta manfaat pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

🕌 Apersepsi Pagi

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

"Allah menciptakan segala sesuatu..." (QS. Az-Zumar: 62)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

"Dan tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya..." (QS. Hud: 6)

Allah Maha Mencipta segala benda di sekitar kita — pensil, buah, dan mainan yang hari ini akan kita hitung. Allah juga Maha Memelihara dan Maha Pemberi Rezeki, sehingga apa pun yang kita miliki, meskipun berkurang karena dipakai atau diberikan kepada orang lain, tetap ada hikmah dan berkahnya. Hari ini kita akan belajar menghitung sisa dan selisih benda-benda tersebut, sambil bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 🤲

📖 Ayo Belajar: Dua Makna Pengurangan

1️⃣ Makna "Sisa"

"Sisa" terjadi ketika kita punya sejumlah benda, lalu sebagian diambil, dipakai, atau diberikan. Yang tertinggal itulah sisanya.

Contoh: Ada 7 apel. Dimakan 3 apel. Berapa sisanya?

🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
7 − 3 = 4

Sisa apel ada 4 buah.

2️⃣ Makna "Selisih"

"Selisih" terjadi ketika kita membandingkan dua kumpulan benda: mana yang lebih banyak, dan berapa bedanya.

Contoh: Tinggi badan Andi 90 cm, tinggi badan Budi 85 cm. Berapa selisih tinggi badan mereka?

90 cm
85 cm
AndiBudi
90 − 85 = 5

Selisih tinggi badan mereka adalah 5 cm. Andi lebih tinggi 5 cm dari Budi.

🖼️ Contoh Soal Bergambar

Soal 1 (Sisa): Siti memiliki 20 koin. Ia membeli pensil seharga 8 koin. Berapa sisa koin Siti?

🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙🪙
20 − 8 = 12

Sisa koin Siti ada 12 keping.

Soal 2 (Selisih, dari cerita ke kalimat matematika):

"Kebun Pak Tani memiliki 18 pohon mangga dan 11 pohon jambu. Berapa selisih jumlah pohon mangga dan pohon jambu?"

LangkahPenjelasan
1. Baca soalBandingkan dua jumlah pohon: mangga dan jambu
2. Tentukan angkaMangga = 18, Jambu = 11
3. Tulis kalimat matematika18 − 11 = ...
4. Hitung18 − 11 = 7
18 − 11 = 7

Selisih pohon mangga dan jambu adalah 7 pohon.

✏️ Ayo Berlatih!

  1. Dodo mempunyai 10 kelereng. Ia memberikan 4 kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Dodo sekarang? Mudah
  2. Seekor ayam bertelur 6 butir, seekor bebek bertelur 4 butir. Berapa selisih jumlah telur ayam dan bebek? Mudah
  3. Toni memiliki 25 kartu bergambar. Ia menukarkan 12 kartunya dengan milik temannya. Tuliskan kalimat matematikanya, lalu hitung berapa sisa kartu Toni! Sedang
  4. Tinggi pohon mangga di halaman sekolah 40 cm, sedangkan tinggi pohon jambu 27 cm. Berapa selisih tinggi kedua pohon tersebut? Sedang
  5. Bu Rina mempunyai 45 butir telur ayam. Pada pagi hari ia menjual 18 butir, kemudian pada siang hari ia menjual lagi 15 butir. Berapa sisa telur Bu Rina sekarang? Sulit

🔑 Kunci Jawaban

  1. 10 − 4 = 6  → sisa kelereng Dodo ada 6 butir.
  2. 6 − 4 = 2  → selisih telur ayam dan bebek adalah 2 butir.
  3. 25 − 12 = 13  → sisa kartu Toni ada 13 lembar.
  4. 40 − 27 = 13  → selisih tinggi pohon mangga dan jambu adalah 13 cm.
  5. 45 − 18 = 27, lalu 27 − 15 = 12  → sisa telur Bu Rina adalah 12 butir.

✅ Kesimpulan

Pengurangan memiliki dua makna penting: sisa (jumlah benda yang tertinggal setelah sebagian diambil) dan selisih (perbedaan jumlah antara dua kumpulan benda yang dibandingkan). Kedua makna ini dapat kita temukan setiap hari, misalnya saat menghitung uang jajan, buah, atau membandingkan tinggi badan teman. Simbol "=" menunjukkan bahwa kedua sisi kalimat matematika memiliki nilai yang sama. Dengan berlatih menggunakan benda konkret, kita dapat memahami pengurangan dengan lebih mudah, bermakna, dan menyenangkan, sambil selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah ciptakan, pelihara, dan berikan kepada kita. 🌟

📝 Refleksi Pembelajaran

Kendala Pembelajaran

Tindak Lanjut

Siswa yang Belum dan Sudah Paham

(Lingkari salah satu ekspresi di atas)

MATERI AJAR JUMAT 8 SEPTEMBER 2026, KELAS 2 ZAID BIN TSABIT

    IDENTITAS Nama Guru            : Istni Etty, S.Pd. Mata Pelajaran      : Bahasa Indonesia Hari / Tanggal        : Jum'at / 18 Septem...